Kemenangan 4-2 Pusamania Borneo FC (PBFC) lewat drama adu penalti pada semifinal berformat trofeo di Piala Gubernur Kaltim lalu, gagal diulangi skuad Pesut Etam saat bersua lawan yang sama, Sriwijaya FC Palembang, pada laga perdana Grup A Piala Bhayangkara 2016, Jumat (18/3).


Tren kemenangan beruntun skuad besutan Basri Badrussalam pun terpaksa kandas dengan skor 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Tiga gol pemain lawan pada laga ini diciptakan Hilton Moreira pada menit ke-12, Alberto Gonzalves pada menit ke-23 dan Bayu Gatra pada menit ke-59.


Disisi lain, pada laga ini satu-satunya gol kampiun Divisi Utama 2014 itu disumbangkan legiun anyar mereka asal Sierra Leone, Brima Pepito Sanusi pada menit ke-31.


Kemenangan SFC pun mendapat pujian dari Direktur Teknik PBFC, Iwan Setiawan. Selepas laga dirinya memberikan penghargaan atas semangat juang anak asuh Benny Dollo. "Penghargaan untuk tim SFC atas kemenangannya, tapi menurut saya laga ini gak fair. Wasit jelek," terangnya.


Iwan memperliatkan raut wajah yang tak nyaman saat beberapa moment yang harusnya berbuah pelanggaran bagi PBFC justru menjadi kans tim lawan untuk melakukan counter attack. Salahsatunya, gol kedua SFC yang prosesnya akibat ketidak jelian wasit menempatkan posisi.


"Bukan saya mencari kambing hitam. Saya ini intruktur, saya tahu peraturan tapi manusia yang lihat wasit unfair, ini pengalaman saya dikeluarkan wasit. Klo liat sepakbola ingin lebih baik, pertandingan malam ini ya saya kira sangat memalukan," kesalnya.


Dengan hasil ini, PBFC sementara berada di dasar klasemen dibawah Sriwijaya FC sebagai pemuncak klasemen dengan poin tiga, diikuti Mitra Kukar dan Persin Bandung dengan koleksi masing-masing satu poin. Sedangkan, PS TNI yang belum bertanding berada setingkat diatas skuad Pesut Etam. (SAN)