Keikutsertaan Pusamania Borneo FC (PBFC) pada ajang Piala Bhayangkara 2016 menimbulkan riak kurang baik bagi nama baik klub, penyebabnya tak lain tudingan menggunakan suporter bayaran pada laga perdana, 18 Maret lalu versus Sriwijaya FC.


Seperti diketahui, dalam laga tersebut terdapat penonton yang menggunakan atribut putih berlogo PBFC. Saat dikonfirmasi, belakangan diketahui puluhan orang tersebut berasal dari Moonraker Indonesia, sebuah organisasi klub motor asal Bandung.


Bahkan melalui situs resminya, mereka secara terang-terangan mengaku dibayar pihak PBFC. "Kami sudah dipinta oleh pihak Borneo FC untuk memberikan dukungan. Kami dibayar oleh mereka." ucap Mas Bondz, Ketua Umum Moonraker Indonesia. "Kami memang diminta datang untuk meramaikan stadion, supaya tidak terkesan pertandingan ini sepi penonton. Tetapi ya itu, kami datang sebagai suporter Borneo FC," terangnya lagi.


Sontak, pernyataan itu menjadi panas kuping juara Divisi Utama 2014 dan Piala Gubernur Kaltim 2016 itu. Melalui Abe Hedly, Head Media Officer PBFC, mereka membantah pernyataan yang diungkapkan pihak Moonraker Indonesia tersebut.


"Itu fitnah, kalau memang ada pengurus kami yang melakukan hal itu (membayar untuk minta didukung), silahkan saja sebutkan nama pengurusnya, ini jadi persoalan besar, karena efek dari komentar dia itu tidak bagus untuk citra klub, kami ingin dia jabarkan secara gamblang, jangan asal kutip nama klub orang aja. Kami tunggu pernyataan mereka selanjutnya, biar semua jelas," berang Abe.


"Kami pikir itu akal-akalan beberapa pihak saja, biar turnamen ini ramai, melihat caranya juga sepertinya ini sudah dipersiapkan sistematis, bahkan dikawal pihak keamanan dikasih makan lagi, kalau PBFC dibilang yang persiapkan itu, maaf-maaf saja itu buang-buang waktu kami," tambah Abe.


"Jujur saja, kami ikut turnamen inikan karena Presiden PBFC (Nabil Husein Said Amin) menghargai pihak penyelenggara aja, tapi ini kami justru kecewa ada kabar begini yang tidak enak didengar, kami merasa dirugikan, bisa masuk pencemaran nama baik nih, belum lagi kaos yang mereka pakai itu ada logo PBFC-nya, itu juga tidak ada ijinnya, ingat kami klub yang berbadan hukum loh," sahutnya lagi.


Dijelaskan Abe, pihaknya untuk laga melawan PS TNI, Selasa (22/3) sore juga memastikan tak ada mengintruksikan mengerahkan massa bayaran untuk mendukung PBFC. "Jadi itu mereka (Moonraker Indonesia) bilangnya bakal hadir disemua pertandingan PBFC kecuali saat lawan Persib, kami tegaskan mereka bukan suporter kami, mereka itu dibayar orang lain entah siapa untuk meramaikan acara ini, siapa yang bayar? Moonraker harus jabarkan secara jelas biar tidak ambigu," papar Abe.


Disisi lain, Ketua Suporter Pusamania, Tommy Ermanto Pasemah membenarkan pernyataan pengurus PBFC. Menurutnya, suporter Pusamania tak ada mengirimkan perwakilan pada Piala Bhayangkara 2016 Grup A di Bandung.


"Yang ada Kapolri memerintahkan masing-masing Kapolres di wilayah tim yang ikut untuk mengirim suporter, supaya stadion terisi penonton. Makanya kita gak tahu, mereka itu suporter mana walau pun memakai kaos Pusamania," pungkas Tommy. (SAN)