Derby Mahakam antara Pusamania Boneo FC (PBFC) dan Mitra Kukar akan tersaji pada laga lanjutan Piala Bhayangkara Grup A, Kamis (23/3) di Stadion Jalak Harupat, Bandung. Duel antara tim bertetangga ini menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah keduanya. Aroma gengsi pun menyeruak dan bakal tersaji pada laga ini.


Apalagi keduanya, sama-sama berpredikat tim jawara. Ya, PBFC sebagai juara Liga Indonesia Divisi Utama 2014 dan Piala Gubernur Kaltim 2016, sedangkan Mitra Kukar berpredikat kampiun Piala Jenderal Sudirman.


Menanggapi pertemuan melawan Mitra Kukar, Performance Manager & Analyst PBFC, Jaino Matos menilai laga ini merupakan pertaruhan harga diri kedua tim. "Ini derby adalah harga diri kita, meskipun dalam kondisi sulit lantaran persiapan recovery pemain yang singkat," ujar pria asal Brazil ini.


Ya, PBFC memang tengah dilanda kesulitan imbas hasil negatif beruntun yang mereka raih pada keikutsertaan di Piala Bhayangkara. Dalam tiga laga terakhir, tak satupun kemenangan mereka torehkan. Hal ini diperparah dengan minimnya waktu istirahat karena jadwal yang sangat padat.


Bahkan, dengan rentang waktu 8 hari terakhir, termasuk melawan Mitra Kukar, Kamis sore nanti, PBFC sudah memainkan empat pertandingan dengan selisih istirahat sehari per pertandingan. Alhasil, saat melawan Mitra Kukar nanti, mereka terpaksa berjuang dengan pasokan bahan bakar seadanya.


Meski demikian, Jaino Matos menyebut ada tiga faktor yang bakal menjadi pembeda untuk bisa merebut hasil maksimal pada Derby Mahakam, yakni skuadnya harus punya tekad yang kuat, semangat pantang menyerah dan menjaga harga diri.


"It's not about how hard you hit, it's about how hard you can get hit and keep moving forward. Intinya dengan kondisi yang ada saat ini, ada 3 faktor yang terpenting untuk dimiliki pemain yakni kemauan, semangat dan harga diri," pungkas Jaino. (SAN/AHS)