Kondisi dua tim Kalimantan Timur, Pusamania Borneo FC (PBFC) dan Persiba Balikpapan saat ini bisa diibaratkan layaknya bumi dan langit dalam hal pengelolaan tim.


Ya, hal itu tergambar jelas dalam persiapan kedua tim saat menyongsong turnamen jangka panjang bertajuk Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.


Seperti diketahui, Persiba Balikpapan, sang lawan yang akan menantang kehebatan PBFC di Stadion Segiri Samarinda, Jumat (13/5) sore ini, datang dengan persiapan minim.


Bahkan, sebelumnya mereka sempat memutuskan absen sebelum akhirnya untuk berkompetisi pada ajang ini, pengelolaan tim berjuluk Beruang Madu itu harus dilakukan pihak ketiga, dalam hal ini operator turnamen, PT Gelora Trisula Semesta.


Dilain sisi, PBFC sebagai tim ibukota Kaltim, dalam dua tahun terakhir sukses menjelma sebagai klub yang disegani. Sederet prestasi sukses mereka ukir. Dua trofi dalam kurun waktu dua tahun terakhir menjadi bukti betapa superiornya klub berjuluk Pesut Etam ini.


Meski demikian, mari sisihkan dulu fakta diatas. Pasalnya, baik PBFC maupun Persiba masih memiliki kans sama meraih kemenangan saat kedua tim bentrok diatas rumput hijau.


"Kami datang kesini untuk meraih hasil positif, kami akan bermain normal dan tidak ada strategi parkir bus, kami siap untuk laga derby ini," terang Jaino Matos, arsitek Persiba Balikpapan.


Pelatih kepala PBFC, Dragan Djukanovic, juga tak ingin kalah, menurutnya sebagai tuan rumah sudah tentu kemenangan menjadi harga mati. Dimatanya, Persiba tetaplah tim yang patut diwaspadai.


"Setiap derby merupakan pertandingan yang sulit bagi kedua tim, baik untuk tuan rumah maupun tim tamu. Kedua tim juga pasti sama-sama ingin memetik tiga poin, kita tidak peduli dengan posisi di klasemen saat ini yang kita mau hanya memetik kemenangan dari laga ini," paparnya.


"Dalam derby ini kita sangat berharap penonton dan suporter datang dengan jumlah banyak untuk dukung kita, dan tentu PBFC juga ingin meraih tiga poin," pungkas Dragan Djukanovic. (AHS)