Pusamania Borneo FC (PBFC) telah melakoni dua laga kandang di Stadion Segiri Samarinda, namun angka penjualan tiket pertandingan mereka jauh dari yang diharapkan.


Ya, dalam dua laga terakhir tiket yang terjual hanya berkisar diangka 4000an lembar. Padahal dalam kasat mata, tribun penonton tampak ramai.


Menanggapi hal itu, Chief Marketing PBFC, Novi Umar mengakui adanya kebocoran pada dua laga tersebut. "Waktu lawan Persib indikasi bocor sudah terasa, dan semakin terasa saat lawan Persiba kemarin. Ini menjadi PR kami bersama panpel untuk mencari solusi, agar bisa menekan angka kebocoran dari tiket ini," terangnya.


"Ini memang mengejutkan, lawan Persib Bandung kemarin tiket terjual cuma 2760 lembar. Lawan Persiba kemarin makin merosot, tiket terjual hanya 1373 lembar, padahal kalau dilihat di tribun, penonton yang hadir angkanya jauh lebih banyak," tambahnya.


Disisi lain, Presiden PBFC Nabil Husein Said Amin mengimbau pendukung setia PBFC untuk melakukan pembelian tiket di loket resmi yang telah disediakan. Selain itu, dirinya juga terus memantau panpel untuk bekerja lebih baik lagi mencegah angka kebocoran.


"Jadikan dua pertandingan ini pelajaran, saya rasa panpel bisa memperbaiki hal ini untuk pertandingan kedepan. Persoalan ini akan membantu juga dengan kesadaran membeli tiket di loket resmi. Ayo sama-sama membangun klub ini agar terus sehat," paparnya. (AHS)