Madura United bukanlah lawan asing bagi skuad Pesut Etam, klub ini pernah menjadi lawan Pusamania Borneo FC (PBFC) saat merengkuh gelar juara Piala Gubernur Kaltim 2016 lalu.


Ya, Madura United seperti diketahui hanya kalah 1-0 atas PBFC pada final di Stadion Palaran saat itu, gol tunggal Ponaryo Astaman menjadi pembeda sekaligus memusnahkan mimpi mereka untuk menjadi juara.


Pada gelaran Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini, Madura United tampil cukup beda. Komposisi mereka juga tak lagi sama. Beberapa pemain anyar mereka datangkan, seperti rekrutan asal Liberia, Erick Weeks.


Atas dasar itu, penggawa Pesut Etam pun pantang jemawa. Hal itu seperti diutarakan Fandi Ahmad disela-sela latihan PBFC di lapangan sepak bola Arhanudse 8 Gedangan.


"Hasil di PGK kemarin bukan patokan, mereka kini banyak perubahan. Sekarang intinya fokus dan kerja keras lagi, kedua tim sama-sama ingin kejar kemenangan, siapa yang siap dialah yang jadi pemenang," papar pemilik nomor punggung 92 itu.


Diterangkan Fandi, kekalahan telak 5-0 Madura United saat bertandang ke markas Sriwijaya FC pekan lalu, juga tak membuat pihaknya meremehkan calon lawan. Justru hasil itu bisa menjadi motivasi tersendiri Fabiano Beltreme dan kawan-kawan untuk bangkit. Jika tak waspada, hal tersebut justru bisa menjadi ancaman bagi skuad Pesut Etam.


"Mereka pasti ingin bangkit, semangat mereka akan berlipat. Apalagi mereka tak ingin malu saat bertanding dihadapan pendukung mereka. Untuk itu, kita harus waspada," pungkasnya. (AHS)