Jelang Derby Mahakam menghadapi Mitra Kukar pada 10 Juni mendatang di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Pusamania Borneo FC (PBFC) terus mematangkan persiapan.


Selain mengutamakan kerja sama tim, asisten pelatih Basri Badrusalam juga menyarankan skuad Pesut Etam bermain dengan strategi umpan pendek. Belajar dari lima pertandingan yang sudah dijalani oleh Pesut Etam, dirinya menilai timnya terlalu sering memperagakan umpan panjang.


Sehingga, terlalu mudah untuk dibaca lawan. Untuk itu, ia berharap anak-anak Samarinda bisa membangun serangan dengan umpan variasi, salah satunya memaksimalkan umpan pendek dari kaki ke kaki.


"Kita harus mengubah cara bermain agar tidak mudah untuk dibaca lawan. Ketika umpan panjang kurang efektif, maka kita harus ubah dengan umpan pendek dan penguasaan bola yang maksimal. Yang terpenting, hindari kesalahan sendiri," ungkapnya.


Terkait siapa yang akan dimainkan sebagai starter, Basri mengatakan akan obyektif. Termasuk kemungkinan memainkan Sultan Samma sejak menit awal. “Kami (staf pelatih) akan berkomunikasi terus dengan pelatih kepala (Dragan Djukanovic) perihal ini, dan tentu kami pantau pemain lewat latihan. Yang paling siap maka akan kami turunkan tak terkecuali bagi Sultan,” pungkasnya. (DAH/AHS/*)