Hasil di atas rumput hijau boleh mengecewakan, namun skuad Pesut Etam merasakan ada yang berbeda di atas tribun Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (10/6) malam kemarin.


Ya, sekitar seribu suporter PBFC yang tergabung dalam Pusamania menjadi pembeda. Bermodalkan militansi, suporter tertua di Pulau Kalimantan itu terus bernyanyi sepanjang laga.


Atas aksinya tersebut, suporter Pusamania banjir pujian. Kapten PBFC, Ponaryo Astaman selepas pertandingan di ruang konferensi pers dihadapan para wartawan mengucapkan terimakasih atas dukungan mereka.


"Terimakasih kepada Pusamania yang jauh-jauh awaydays ke Kukar, saya bangga dengan mereka, sayang hasil akhir belum memuaskan," papar pemain yang akrab disapa Popon itu.


Legiun asing PBFC asal Lebanon, Jad Noureddine juga memberikan tanggapannya, dia berharap atmosfer seperti ini bisa berlanjut pada laga berikutnya di Stadion Segiri. "Luar biasa, sepanjang pertandingan mereka terus berisik memberikan dukungan dari atas tribun, great atmosfer," paparnya.


"Dukungan luar biasa suporter di pertandingan ini nyaris sama dengan mereka lakukan seperti di Piala Gubernur Kaltim lalu, kelas," timpal Tarik Boschetti.


Presiden klub PBFC, Nabil Husein Said Amin pun bersua. Dirinya menilai apa yang dilakukan suporter Pusamania di Tenggarong, sebagai bukti kecintaan mereka terhadap PBFC. "Selain berterimakasih, saya juga bangga dengan mereka, tidak ada kata lain," pungkasnya. (AHS)