Datang sebagai tim tamu, kekuatan Gresik United yang sekarang bukanlah mereka yang pernah dikalahkan Pesut Etam di Piala Gubernur Kaltim lalu. Setidaknya, kini Laskar Joko Tingkir punya potensi untuk merusak dominasi tim-tim mapan.


Sriwijaya FC sudah merasakan betapa Gresik United tidak bisa dipandang sebelah mata. “Kami tidak ingin menyepelekan tim tamu, mereka punya potensi berbahaya,” tambah Popon. Meski begitu, Liestiadi tak ingin tenggelam dalam pujian.


Sebagai tim tamu, pelatih 48 tahun itu hanya menargetkan hasil realistis, satu angka. Menurutnya, meski baru saja menjalani masa-masa sulit, PBFC tetap tim hebat. Terlebih dihuni oleh pemain-pemain nomor wahid di Tanah Air. “PBFC tim besar, tak mudah untuk mencuri poin penuh dari sini (Segiri),” ungkap Liestiadi.


Sementara itu, Dragan Djukanovic mengaku tidak ingin kembali meraih hasil buruk di kandang. Menurutnya, laga malam nanti adalah moment yang tepat untuk mengakhiri krisis tiga angka timnya. “Sebagai tuan rumah kami tidak ingin kalah di kandang sendiri. Selain itu, butuh lebih dari sekadar tiga angka untuk mengembalikan semuanya, termasuk senyuman Pusamania,” ujarnya.


Apa yang diungkapkan sang arsitek diamini oleh Jefri Kurniawan yang bertekad memetik tiga angka. Menghadapi mantan timnya, top skor sementara PBFC di ajang ISC itu mengaku akan bermain lebih baik lagi dari laga-laga sebelumnya. “Tiga angka saya rasa cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri tim ini,” pungkasnya. (DAH/AHS/*)