Laga Pusamania Borneo FC (PBFC) kontra Persija Jakarta (3/7) mendatang di Stadion Segiri Samarinda dipastikan akan menarik animo masyarakat Samarinda, tak terkecuali suporter fanatik Pesut Etam, Pusamania.


Melihat kondisi tersebut, kapten tim PBFC Ponaryo Astaman mengharapkan agar Pusamania bisa memberikan dukungan kreatif dan positif. Hal itu perlu ditekankan Popon, sebab ia tak ingin kejadian di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) beberapa waktu lalu terjadi di Stadion Segiri Samarinda.


Ya, kerusuhan antara suporter yang melibatkan Jakmania dengan aparat memang menjadi topik utama belakangan ini. Menurut Ponaryo, tindakan anarkis tersebut tidak dibenarkan dengan alasan apa pun. "Kita lagi dalam jalur bagus usai meraih dua kemenangan, kami harap dukungan bisa lebih digairahkan lagi, ayo penuhi stadion lagi," harapnya.


"Selain itu suporter juga dihimbau untuk lebih dewasa saat memberikan dukungan. Jangan sampai loyalitas berakhir dengan tindakan yang merugikan tim, kejadian yang lagi hangat dibicarain beberapa hari terakhir bisa diambil hikmahnya dan jadikan pelajaran agar tidak terjadi di Samarinda," ungkap Popon lagi.


Apa yang diharapkan Ponaryo diamini oleh Ketua Suporter Pusamania Tommy Ermanto Pasemah yang mengimbau agar anggotanya tidak melanggar aturan yang telah dibuat PT Gelora Trisula Semesta (GTS).


Dengan tegas, Tommy menghimbau Pusamania agar tak tawuran, membawa flare dan kembang api ke dalam stadion. "Pertama-tama kami turut prihatin atas kejadian di Jakarta, semoga apa yang dialami teman-teman Jakmania disana bisa terselesaikan dan kembali normal dan saya juga yakin Pusamania sudah dewasa untuk mengambil keputusan. Rusuh tidak akan menyelesaikan masalah," pungkasnya. (DAH/AHS)