Pusamania Borneo FC (PBFC) kembali melanjutkan tren positifnya saat berlaga di Stadion Segiri Samarinda.Setelah membekuk Persegres Gresik United beberapa waktu lalu, kini giliran Persija Jakarta yang menjadi korban keganasan Pesut Etam malam tadi. Macan Kemayoran dipaksa pulang dengan kepala tertunduk setelah kalah 3­0 pada laga Minggu malam tadi (3/7).


Bermain di depan publik sendiri, tim besutan Dragan Djukanovic bermain bak kesetanan. Sejak kick off babak pertama, Jefri Kurniawan cs bermain menyerang. Beberapa peluang tercipta di menit­menit awal. Namun, kukuhnya barisan belakang Persija berhasil meredam setiap serangan yang dibangun Pesut Etam. memasuki menit ke 30 barulah gol yang dinanti­nanti akhirnya lahir.


Adalah Pedro Javier yang berhasil membubuhkan gol keempatnya di kancah Torabika Soccer Championship (TSC) memaksimalkan bola reborn hasil sepakan keras Jefri Kurniawan yang gagal diantisipasi oleh Andritany. skor 1­0 bertahan hingga turun minum.


Usai jeda, PBFC tak sedikit pun mengendurkan serangan, bahkan spirit anak­anak Samarinda tampak berlipatganda. Kerja keras akhirnya berbuah dengan lahirnya gol kedua menit 79 lewat tandukan Jad Norredine memanfaatkan bola kemelut di depan gawang Persija. Unggul dua gol, membuat anak­anak Jakarta bermain di bawah tekanan. walhasil, PBFC berhasil menutup pesta gol lewat tandukan Lerby Eliandry saat pertandingan memasuki masa injury time babak kedua. Skor 3­0 bertahan hingga bubaran.


Setelah pertandingan, pelatih PBFC Dragan Djukanovic mengaku puas dengan kinerja timnya. Bahkan ia menyebut bahwa timnya kini layak diperhitungkan di kancah perebutan titel jawara TSC. "Ini laga yang cukup menegangkan, kami sempat kesulitan mencetak gol di 30 menit pertama. Untungnya tim ini memiliki pemain bermental baja, sehingga kami bisa memenangi laga ini," ungkapnya.


Memenangi tiga laga secara beruntun tanpa kebobolan sebiji gol pun merupakan sebuah catatan impresif untuk Pesut Etam. Meski sempat tampil mengecewakan di awal bergulirnya TSC, kini PBFC telah bertransformasi menjadi tim yang patut diacungi jempol. "Kami terus belajar dari kesalahan demi kesalahan, dan itu sangat terbukti. tim ini kini mulai menemukan sentuhan terbaiknya," tambah Dragan.


Hal senada diungkapkan oleh Zulkifli Syukur, ia mengatakan kemenangan ini merupakan hasil kerja keras yang telah dijalani oleh pemain, pelatih dan manajemen. Ia berharap dengan menanjaknya grafik permainan Pesut Etam, tak membuat pemain lupa menginjak bumi. "Masih banyak laga sulit di depan nanti," tegasnya.


Sementara itu, dari kubu Persija Paulo Camargo mengakui bahwa malam tadi PBFC Bermain lebih baik dari timnya. Meski sempat menciptakan peluang di 15 menit pertama, namun akhirnya tuan rumah lebih mendominasi. Terlebih setelah gol pertama yang diciptakan Pedro, membuat pemain Macan Kemayoran kehilangan konsentrasi. "Harus saya akui, tuan rumah layak menang. Mereka bermain sangat enjoy dan mampu mendikte semua serangan yang kami bangun," ujarnya.


Dengan hasil tersebut, posisi PBFC kini menanjak ke urutan keempat klasemen sementara TSC. Sebuah rekor yang baik menjanjikan bagi tim kesayangan masyarakat Samarinda itu. Bahkan, saat ini Pesut Etam berada di posisi lebih baik dari dua tim tetangga, Mitra KUar dan Persiba Balikpapan. (DAH/DDE)