Permainan Pokemon Go yang sedang mewabah penjuru dunia rupanya juga dialami penggawa Pusamania Borneo FC (PBFC). Tak hanya pemain, manajemen dan official klub juara Divisi Utama 2014 Liga Indonesia dan Piala Gubernur Kaltim 2016 ini juga ikut kerangjingan bermain.


Seperti diketahui, sejak diluncurkan di Amerika Serikat pada pekan lalu, Pokemon Go langsung merangsek ke posisi papan atas daftar game paling populer. Bahkan, pada awal pekan ini, nilai saham Nintendo selaku perusahaan pembuat game, naik 20 persen.


Tak hanya itu, perilaku orang yang bermain Pokemon Go pun bisa membuat seseorang berubah. Contohnya, seperti yang terlihat disela-sela latihan di Stadion Segiri, Selasa (12/7) sore kemarin, beberapa pengurus tampak sibuk dengan smartphone mereka demi menemukan sosok pokemon yang terdapat di sekitar stadion. "Hore akhirnya dapat pikachu," teriak Said Toha, bendahara tim PBFC.


Menanggapi fenomena tersebut, manajer tim PBFC, Danilo Fernando tak ambil pusing. Menurutnya, hal ini tergolong normal. "Itu sudah biasa, main games kan untuk rileksasi pikiran juga, jadi tidak masalah dan tidak ada larangan soal ini. Memang games Pokemon Go ini lagi booming, tapi saya yakin para pemain pasti tahu kapan dia harus bermain dan kapan mereka beristirahat," terangnya.


Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin juga angkat bicara. Meski mengaku tak ikut bermain game tersebut, namun menurutnya game ini memang membuat perilaku orang disekitarnya berubah. "Saya untuk saat ini belum main. Tapi yang lain ya silahkan aja bermain, tidak masalah. Cuma pesan saya, jangan sampai menganggu kinerja profesional saat bekerja," katanya. (AHS)