Sistem tiketing pada pertandingan Pusamania Borneo FC (PBFC) di Stadion Segiri Samarinda mengalami transpormasi sejak pertandingan kandang melawan Persegres Gresik United, 17 Juni 2016 lalu. Sistem tiket manual yang telah lama digunakan dirubah menjadi tiket berbasi teknologi.


Dalam menjalankan sistem tiketing berteknologi ini, PBFC bekerja sama dengan My Ticket yang menjadi partner berbagai event besar di Asia Tenggara.


Berhubung tiket pertandingan PBFC yang digunakan bukanlah tiket biasa seperti laga-laga sebelumnya, terdapat beberapa keuntungan ketika kamu membeli tiket tersebut di loket resmi daripada membelinya melalui calo. Ini di antaranya:


1. Supan Kada Betiket!
Panitia pelaksana pertandingan PBFC di Stadion Segiri seringkali menemukan adanya kebocoran tiket dalam setiap laga yang digelar dan membuat beberapa oknum bisa masuk ke dalam stadion tanpa menggunakan tiket. Hal ini pun menjadi sebuah kerugian bagi panitia pelaksana yang disebabkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha mencari keuntungan pribadi. Untuk itu, sistem ticketing ini sangatlah membantu panitia dalam mendata jumlah penonton yang hadir di setiap pertandingan yang berlangsung.


2. Tidak Tertipu dengan Tiket Palsu
Dalam setiap tiket terdapat barcode yang berfungsi sebagai akses masuk ke dalam stadion yang hanya bisa digunakan oleh satu orang ketika tiket dipindai mesin. Selama sistem ticketing ini digunakan, terdapat beberapa kasus tiket yang tak bisa dipindai. Kebanyakan dari kasus tersebut dikarenakan oleh pembelian tiket yang tidak dilakukan di loket resmi yang tersedia. Jika sudah seperti ini, maka yang rugi adalah mereka yang membeli tiket di calo. Apa salahnya untuk mengantri sebentar seperti orang-orang lainnya dan mendapatkan tiket asli?


3. Mendukung Trend Sepakbola Indonesia yang Lebih Modern
PBFC merupakan tim pertama di Indonesia yang menggunakan mesin pemindai tiket dalam pertandingan kandang mereka. Hal ini pun menjadi sebuah lompatan besar dalam sepakbola Indonesia. Dengan inovasi yang telah dilakukan oleh Pesut Etam ini, diharapkan hal serupa juga dapat diikuti oleh tim-tim lain yang saat ini sedang berlaga dalam Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Jika hal tersebut terjadi, maka trend sepakbola moderen di Indonesia sedikit demi sedikit akan terbentuk dengan sendirinya.

Jadi, masih berpikir untuk tidak membeli tiket di loket resmi? (ANS/AHS)