Duel Pusamania Borneo FC (PBFC) kontra Persipura Jayapura, Jumat (15/7) lalu, menjadi catatan bagi panitia pelaksana (panpel) PBFC. Ya, penyebabnya adalah berjubelnya penonton yang ingin membeli tiket di loket.


Seperti diketahui, loket di Stadion Segiri dibuka hanya dua. Satu untuk tribun ekonomi yang terletak di samping Mabes Pusamania (Plaza 94) dan satu loket untuk tribun VIP di samping Kahawa Kafe.


Alhasil, berkenaan hal itu berbagai keluhan 'berseliweran' di media sosial. Namun, panpel langsung bereaksi. Herry Hasan, ketua panpel PBFC menjelaskan, pihaknya sudah menerima keluhan tersebut, baik yang disampaikan secara langsung maupun dilihat lewat sosial media.


"Memang banyak sekali yang membicarakan soal kekalahan PBFC di laga kandang, termasuk ketidaknyamanan saat penonton ingin membeli tiket masuk ke stadion," terang Herry.


Herry menegaskan, pihaknya akan melakukan perubahan pada pertandingan kandang PBFC berikutnya, yakni saat bertemu Semen Padang, Rabu (20/7) mendatang. "Kita akan tambah loketnya jika memang penonton membludak lagi," terangnya.


Disisi lain, Herry mewakili seluruh panpel mengucapkan terimakasih atas partisipasi penonton yang datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Apalagi, setelah pertandingan usai, tak ada sedikitpun keributan di tribun penonton meski PBFC mengalami hasil buruk.


"Saya pikir sikap penonton di Samarinda sudah cukup dewasa. Mereka sama sekali tak berulah walau hasil yang diraih tim kesayangannya tak sesuai yang diinginkan. Semoga situasi kondusif ini bisa terus bertahan, apapun hasil pertandingan di lapangan," pungkasnya. (AHS/*)