Kabar tak nyaman kembali menghampiri skuad Pusamania Borneo FC (PBFC). Kali ini bukan karena adanya pemain cedera, namun bayang-bayang kekalahan tidak bermain alias walk over (WO) tengah membayangi skuad Pesut Etam tersebut.


Ya, PBFC terancam di WO akibat tidak mendapatkan tiket pesawat penerbangan menuju Serui. Laga yang bakal digelar 31 Juli tersebut kemungkinan tak bisa terealisasi sesuai dengan rencana.


Terkait soal ini, PBFC sudah berkoordinasi dengan PT GTS selaku operator kompetisi. Opsi memundurkan jadwal serta perpindahan status tuan rumah ke Samarinda diapungkan skuad Pesut Etam. Namun, hal itu ditolak dengan alasan pihak operator lebih menghargai Perserui sebagai tuan rumah.


"Kami minta kebijaksanaan PT GTS karena situasi ini sebenarnya juga tidak kami inginkan. Namun, mereka berbeda pandangan dengan berbagai alasan, oleh sebab itu jika kita tidak juga datang, kita katanya bakal dinyatakan kalah WO," ujar Nabil Husein Said Amin, Presiden PBFC kemarin.


Nabil secara terang-terangan mengaku kecewa dengan situasi yang mereka hadapi sekarang. Sebab keluhan terkait kesulitan tiket tersebut sama sekali tak dihiraukan. Dijelaskannya, situasi seperti ini sama sekali bukan atas kemauan PBFC.


"Terus terang, kamipun tidak ingin dihadapkan dengan kondisi seperti ini. Saya juga bingung, kenapa aturan sama sekali tak bisa diubah terhadap kami. Sementara di tempat lain, ada pertandingan yang diundur dengan alasan situasional juga," sambungnya.


Diceritakan Nabil, tiket untuk penerbangan ke Serui sebenarnya sudah dicari sepekan sebelum keberangkatan. Namun sampai sekarang tiket yang kami inginkan tak tersedia. Kalaupun ada, hanya tersedia satu atau dua tiket saja.


"Dan sedadar diketahui, harga tiketnya sangat mahal. Bahkan nyars setara harga motor matic", terang Nabil.


Saat ditanyakan jika sampai jelang pertandingan tiket belum didapatkan, Nabil mengaku pasrah dan timnya hanya menunggu pertandingan di kandang sendiri.


"Tak ada pilihan lagi. Kami tetap di Samarinda saja menunggu dan persiapan lawan Barito Putera (7/8). Untuk status lawan Perserui, semoga ada kebijaksanaan dari GTS yang katanya bakal ditentukan di Komdis," katanya mengakhiri. (SP/ANS/DAR/RZA*)