Kehadiran Ponaryo Astaman di skuad Pusamania Borneo FC (PBFC) masih sangat dinanti. Gelandang angkut air tersebut diyakini punya peran besar atas performa tim.


Itulah sebabnya, manajemen berusaha agar kesembuhan Popon, panggilan akrab Ponaryo Astaman, bisa segera terwujud. Salah satu cara agar kesembuhan datang adalah dengan mendatangkan fisioterapis baru. Ya, Lutfi Nanda kini datang untuk menangani cedera Popon.


Ditemui kemarin sore, Lutfi mengaku telah menyiapkan beberapa program. Di antaranya sirkuit untuk mempercepat kembalinya Popon ke pertandingan setelah cedera hamstring. “Program tersebut saya desain sendiri,” ujar Lutfi


Sejak Senin pagi (8/8), Lutfi lebih fokus pada ketahanan dan kekuatan. Sementara Senin sore latihan fokus kelincahan sesuai posisi Ponaryo sebagai gelandang.


“Latihannya juga diselingi dengan passing pendek dan panjang. Semuanya adalah program fisioterapi yang ditujukan untuk mengembalikan sentuhan, skill dan adaptasi untuk kembali berlatih dan bermain bersama tim,” terangnya.


Sementara pada Selasa sore, ada latihan fungsi yang lebih spesifik . Latihan ini ujar Lutfi dilakukan sesuai posisi Ponaryo. “Pokoknya porsi latihannya saya sesuaikan dengan posisi Ponaryo sebagai pengatur ritme permainan. Latihan yang saya berikan sebagai adaptasi Pinaryo yang sudah lama tak bermain,” tambahnya.


Lutfi berharap, apa yang ia berikan dalam beberapa hari terakhir membawa perkembangan positif pada Ponaryo. “Insya Allah, asal dilakukan sesuai dengan apa yang diberikan, kesembuhan Ponaryo akan datang lebih cepat,” terangnya.


Lutfi sendiri baru dua hari bergabung di PBFC. Dia adalah Vice CEO Fisiofit, salah satu wadah fisioterapis terbaik di Indonesia. Lutfi menggantikan posisi fisioterapis sebelumnya, Deka BagusKusuma yang dipindahkan menangani PBFC U-21 yang diarsiteki Iwan Setiawan. (SP/ANS/*)