kekalahan Pusamania Borneo FC (PBFC) atas PS TNI, Senin (15/6) lalu, menyisakan kekecewaan yang teramat dalam bagi skuad Pesut Etam. Bukan hanya gagal memutus rekor tak pernah menang atas PS TNI, namun buruknya kualitas wasit di Indonesia-lah, yang paling mereka sorot.


Ya, wasit memang kerap menjadi biang kekalahan yang dialami skuad Pesut Etam. Hingga pekan ke-15 Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, mereka mengaku sosok korps pengadil menjadi momok yang paling ditakutkan, terutama saat laga tandang.


"Ini masalah besar bagi sepak bola Indonesia. Kami benar-benar mengalami masa sulit harus terus dihadapkan dengan situasi seperti ini, mereka seperti hantu yang terus menghantui perjuangan kami," ujar Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin.


Pelatih PBFC Dragan Djukanovic pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Saya sangat kecewa. Saya tak mau bicara banyak (soal pertandingan lawan PS TNI), ini sudah diluar konteks tentang sepakbola," ujar Dragan Djukanovic.


Ya, pelatih berlisensi UEFA Pro itu mengaku terkejut dengan cara kinerja sang pengadil di Indonesia. Beberapa keputusan dianggapnya sangat tidak masuk akal, bahkan baru ditemuinya di Indonesia.


"Seumur hidup saya, baru kali ini lemparan kedalam dianggap offside, ini sangat lucu," tambahnya.
Dragan pun tak menapik, reaksinya yang meledak-ledak terhadap wasit kerap muncul di setiap pertandingan. Namun hal itu dilakukannya, karena ia menilai cara kerja wasit di Liga Indonesia sudah sangat tidak normal.


"Saya bingung dengan kondisi ini. Setelah pertandingan tandang selesai, saya selalu bicara soal buruknya kualitas wasit. Bahkan dikandang kami juga (saat lawan Persib dan Persiba) wasit tidak bagus. Jujur, saya bosan bicara soal ini. Dan sebenarnya saya sangat ingin bicara tentang permainan, tapi saya selalu dihadapkan dengan situasi ini, this is not football," paparnya. (AHS/DDE)