Hasil kurang mengembirakan didapat skuad Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam melakoni tujuh laga tandang di putaran pertama Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.


Tim besutan Dragan Djukanovic ini hanya mampu sekali meraih kemenangan atas PSM di Makassar dan imbang diawal musim saat bertamu ke Stadion Dipta Gianyar, markas Bali United. Selebihnya skuad Pesut Etam harus mengakhiri dengan kekalahan.


Disinggung perihal hal ini, Dragan angkat bicara. Menurut pelatih berusia 47 tahun itu, meraup poin absolut saat laga tandang bukanlah hal yang mudah. Kualitas perangkat pertandingan yang dibawah standar menjadi persoalan yang sangat besar.


"Kamu tahu, kualitas wasit disini sangat-sangat mengecewakan, kami mengalaminya dihampir semua pertandingan, tentu bukan pekerjaan mudah meraih poin dengan situasi tidak normal seperti ini," ujarnya.


Untuk itu, dirinya sangat berharap, laga PBFC melawan tuan rumah Arema Cronus, Sabtu (20/8) malam, bisa berjalan normal. Bahkan, eks pemain timnas junior Yugoslavia itupun menyakini jika anak asuhnya mampu mengalahkan Arema dengan catatan wasit adil. "Bukan hal mustahil kami akan meraih kemenangan, yang penting (di pertandingan) wasit bisa bersikap fair," paparnya.


Phobia Dragan Djukanovic terhadap wasit memang tak hanya dirasakannya. Hampir seluruh penggawa Pesut Etam juga mengalami hal yang sama. Meski menyorot secara tajam faktor non teknis, mereka tetap menaruh respek kepada kekuatan Arema. "Arema adalah tim kuat, itu tak bisa dipungkiri dan tentu kami mewaspadai mereka," pungkas Dragan. (AHS/DDE)