Dilepasnya Tarik Boschetti dari skuad Pesut Etam di akhir putaran pertama Torabika Soccer Championship (ISC) A 2016, seketika membuat khayalak ramai merespon dengan berbagai macam argumen.


Bahkan, tagar #SaveTarik muncul dari kalangan suporter yang masih tak percaya atas keputusan tersebut.


Tak ingin hal itu menjadi semakin bias, pelatih Pusamania Borneo FC, Dragan Djukanovic pun angkat bicara. Menurut pelatih berusia 47 tahun itu, keputusan itu diambil setelah sebelumnya manajemen dan dirinya melakukan pembicaraan secara serius.


"Ada satu hal yang terpenting. Tarik sendiri yang ingin pergi, ini keputusannya. So what? dia tidak senang ada disini, semoga sukses dan sekarang kita harus fokus untuk tim kita," tulis Dragan Djukanovic di akun twitter pribadinya.


Tentu, keputusan ini juga berdasarkan penilaian performa Tarik sepanjang gelaran ISC A. Sebagai informasi, Dibanding pemain asing lainnya, seperti Pedro Javier (6 gol), Edilson Tavarez (4 gol) dan Jad Noureddine (3 gol), Tarik belum sekalipun mencetak gol ke gawang lawan.


Pernyataan Dragan ini sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait alasan PBFC merelakan kepergiaan Tarik Boschetti dari tim yang sudah dibelanya sejak Piala Gubernur Kaltim itu.


"Tidak perlu emosional dalam sepak bola profesional. Setiap orang memiliki tanggung jawab atas keputusan sendiri. Dan sekarang ini selesai, kita harus melihat ke depan untuk tim!," paparnya lagi.


Diterangkan Dragan, di banding menghabiskan banyak waktu untuk mempermasalahkan hal ini, dirinya mengajak semua pihak untuk lebih serius memperkuat komposisi tim jelang putaran kedua, awal September mendatang.


"Tidak ada yang bisa lebih besar di banding klubnya sendiri. Jadi, topik ini selesai. kami masih memiliki hal-hal yang lebih serius untuk dipikirkan, seperti laga-laga derby berikutnya di depan kami. Para pemain datang dan pergi tapi Pusamania (Borneo) selalu hidup, " pungkas Dragan.
(AHS)