Presiden Pusamania Borneo FC, Nabil Husein Said Amin menyampaikan ucapan terimakasih kepada delapan pemain yang diakhiri kontraknya.


Nabil menambahkan, meski tidak lagi menjadi bagian dari Pesut Etam, kedelapan pemain lokal yang dicoret akan tercatat dalam sejarah perkembangan tim kebanggaan warga Samarinda itu.


Delapan pemain yang diakhiri kerjasamanya adalah Rasul Zainuddin, Lopenda, Arpani, Jajang Mulyana, Aang Suparman, M.Fachri, Hermansyah Muclish, Wahyu Kristanto. Dan sebelumnya, PBFC lebih dahulu mencoret satu pemain asing yakni Tarik Boschetti. Terkhusus untuk Arpani, pemain terbaik Piala Gubernur Kaltim ini dikabarkan akan melamar menjadi polisi dan kemungkinan besar akan memperkuat Bhayangkara United selepas gelaran PON di Jawa Barat.


"Iya kedelapan nama yang dilepas per hari ini tidak lagi bersama tim. Tapi. seperti yang sudah pernah katakan, siapapun yang dilepas, kami ucapkan terimakasih telah bekerjasama dengan tim ini. Kalian tetap bagian dari sejarah Pusamania Borneo FC," kata Nabil Husein.


Menurut Nabil, pencoretan delapan pemain itu murni keputusan pelatih Dragan Djukanovic setelah melakukan meeting selama tiga hari berturut-turut bersama manajemen. Nabil berharap, kedepannya Pusamania Borneo FC lebih baik dalam meraih prestasi sesuai dengan harapan masyarakat Samarinda.


"Penilaian evaluasi murni keputusan pelatih. Pelatih tahu kondisi timnya dan saya hanya memantau dan perlu diketahui dalam mengambil keputusan melepas pemain, PBFC sangat objektif tentu dengan data statistik yang kami gunakan," pungkasnya.


Sebelumnya, PBFC resmi mengikat Flavio Beck Junior dan Rahmad Latief serta satu pemain lokal untuk posisi fullbeck saat ini masih dalam tahap negoisasi. Untuk putran kedua nanti, PBFC pun memberdayakan pemain muda binaan sendiri dengan mendaftarkan 7-9 pemain dari PBFC U-21. (PPE/AHS/DAR/RZA/*)