Pusamania Borneo FC (PBFC) tak mengetahui rencana penghentian Torabika Soccer Chamnpionships (TSC) A ketika Pekan Olahraga Nasional (PON) berlangsung.


PON sendiri akan di gelar di Jawa Barat dan rencananya dibuka pada 17 September mendatang. Pernyataan dari PBFC disampaikan langsung Presiden klub Nabil Husein Said Amin. Menurut Nabil, PBFC yang menjadi salah satu peserta TSC tak pernah diajak diskusi soal penghentian TSC saat PON berlangsung.


"Kami belum diberitahu soal itu. Saya baca cuma ramai-ramai di media saja. Mungkin itu cuma wacana mereka saja. Yang jelas sampai saat ini belum ada surat masuk perihal itu, dan kami pun belum mengambil sikap apapun perihal ini," kata Nabil Husein.


"Jika itu benar terjadi, ini membuktikan bahwa mereka sangat inkosisten terhadap aturan yang mereka buat sendiri. Kerap berubah-ubah, tanpa ada alasan yang bisa diterima baik semua pihak," tambah Nabil.


Sebelumnya, Direktur PT Gelora Trisula Semesta, Joko Driyono mengatakan TSC akan diliburkan selama PON berlangsung. "Jadwal TSC 2016 diputuskan diliburkan saat PON berjalan nanti. Seluruh klub peserta TSC A pun sudah sepakat untuk melepas pemainnya untuk ikut serta pada PON tersebut," kata Joko Driyono kepada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta.


Menurut Nabil, jika rencana penghentian sementara itu tetap dilaksanakan GTS selaku operator kompetisi, sudah dipastikan seluruh klub akan terkena dampak dari kebijakan itu. seperti hubungan dengan sponsor, kiontrak pemain dan akan mempengariuhi jadwal pertandingan kedepannya.


"Imbasnya tentu akan dirasakan berjamaah ini. Contoh soal hubungan kita dengan sponsor, soal kontrak pemain juga, dan tentu kedepan jadwal tidak akan sehat karena pasti akan sangat padat," ungkapnya.


"Belum lagi, program pelatih yang harus putar otak menyesuaikan komposisi tim terbaik ditengah amburadulnya jadwal. Ini kita belum bicara soal materi yang pasti membengkak," lanjut Nabil.


Lanjutnya, semua kendala yang terjadi saat ini seharusnya bisa diantispasi sejak awal karena PON direncanakan sejak tahun-tahun lalu. Jadi, kata Nabil, GTS seharusnya sudah bisa menyesuaikan jadwal pertandingan dengan agenda PON bukan malah memindahkan jadwal pertandingan.


"Persoalan ini sebenarnya bisa dihindari jika jadwal sedari awal sudah menyesuaikan agenda PON di Jawa Barat. Jikapun ISC tetap dilanjutkan, sekiranya klub-klub yang berwilayah tersebut, untuk sementara bisa mencari stadion alternatif diluar daerah mereka. Ini simple, tanpa harus membuat semua jadi ribet, karena kompetisi ini bukan soal mereka saja," pungkasnya. (PPE/AHS/DAR/RZA/*)