Kabar tak sedap hinggapi skuad Pesut Etam jelang laga melawan tuan rumah Bhayangkara FC, Jumat (7/10) mendatang. Ya, salahsatu legiun asing mereka, Edilson Tavarez mengalami cedera.


Praktis, saat tim melakukan latihan H-2 jelang laga di Lapangan Sepak Bola Brigif Marinir 1 Juanda Surabaya, pemain berpaspor Brazil itu harus menepi untuk melakukan penangganan.


Edilson Tavares diketahui mengeluhkan sakit pada kedua betisnya, ini di sebabkan ketegangan otot. Fisioterapis PBFC, Lutfi Nanda menerangkan sebenarnya H-2 sebelum lawan Madura United keluhan itu sudah disampaikan Edilson.


"Dia merasa tegang sedikit pada otot gastrocnemius (betis) hasil pemeriksaan saya sejauh ini, dia diagnosa DOMS (Delay onset muscle soreness) yaitu tertahannya otot, untuk kembali ke posisi normal setelah kontraksi ini otot betisnya terus menerus tegang dan terlambat melakukan recoverfaktor," terang Lutfi. "Ini bukan di dapatkan dari kontak fisik melainkan merupakan cedera overuse atau terlalu banyak digunakan," tambah pria lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta itu, Rabu (5/10) sore.


Untuk penanganannya, Lutfi bakal menggunakan metode TENS (Transcutaneous Electrical Neuromuscular Stimulation). "Durasinya 15 menit untuk menurunkan ketegangan otot dan rileksasi agar mempercepat recovery dan menurunkan tingkat nyeri, lalu stretching spesifik untuk mengembalikan kontur otot betis ke posisi normal," terangnya.


Selain itu, program di lapangan terhadap penguatan core stability (otot batang tubuh perut punggung) dan penguatan otot-otot sekitar lutut juga bakal dilakukan. "Ini tujuannya untuk pencegahan resiko cedera lutut karena saat otot gastrocnemius atau betis tidak siap maka kerja otot-otot lutut akan terforsir itu dapat menyebabkan resiko terhadap lutut, recovery gastrocnemius nya perlu juga pencegahan cedera lainnya dengan penguatan otot-otot sekitar lutut," pungkas Lutfi. (AHS/ANS/RZA)