Kiper Pusamania Borneo FC (PBFC) Muhammad Ridho mengaku senang mendapat kepercayaan tampil di pentas Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 saat bertemu Bhayangkara FC, Jumat (710) sore di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.


Tampil sebagai kiper pengganti, dalam debutnya tersebut, Ridho mampu tampil apik dengan mengagalkan penalti Otavio Dutra. Sejumlah peluang lawan juga sukses diamankannya.


Sayang, meski tampil cukup bagus, sepakan keras Thiago Furtouso sekaligus penentu kemenangan Bhayangkara FC pada menit ke-80 tak mampu dijangkaunya. "Alhamdulillah sebuah kesempatan harus dimanfaatkan. Tapi saya sangat kecewa atas kekalahan ini, apalagi ini penampilan perdana saya di ISC A," terang Ridho.


Meski demikian, kematangannya dibawah mistar gawang PBFC, membuat Ridho banjir pujian. Namun dia menilai, dukungan dan kerjasama tim lah yang menjadi kunci utama. "Ini semua berkat kerja keras dan dukungan teman-teman dan juga para pelatih. Kalau saya masih terus ingin belajar dan masih banyak kekurangan," kilah pria asli Pekalongan itu.


Disinggung perihal persaingannya dibawah mistar gawang dengan seniornya, Dian Agus Prasetyo, Ridho menapiknya. "Tidak ada persaingan, menurut saya bang Dian sosok yangg pengalaman, saya selalu belajar darinya, kadang saya juga selalu dikasih masukan, jadi antara kami tidak ada persaingan, semua tergantung pelatih kiper," pungkasnya. (AHS/ANS/RZA)