Perjuangan Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 berlanjut, Minggu (16/10) sore di Stadion Tridarma, Petrokimia, Gresik.


Meski melawat ke markas tim yang berada di papan bawah, skuad Pesut Etam tak ingin memandang remeh. Seperti diketahui, Persegres saat ini berada di posisi ke-15 klasemen sementara, atau terpaut jauh dengan PBFC yang berada di peringkat 7 besar.


Terlebih pada putaran pertama lalu, skuad Pesut Etam secara menyakinkan menang telak 5-0 atas Laskar Joko Samudro di Stadion Segiri. Namun, laga bak langit dan bumi ini dinilai Dragan Djukanovic tak membuat timnya diuntungkan.


"Disetiap pertandingan semua berbeda, kamu bisa kalah bisa juga menang. Kemenangan diputaran pertama lalu tidak bisa jadi patokan, apalagi sekarang Gresik United sudah berbenah. Mereka tambah pemain dan pelatih baru, juga ada beberapa pemain asing yang bagus-bagus, jadi saya pikir Gresik adalah tim yang sangat bagus," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.


Kendala kebugaran yang melanda timnya serta tak komplitnya pemain yang diboyong ke Gresik juga diakuinya cukup berpengaruh. "Kami memiliki kendala dalam kebugaran pemain, akibat perjalanan yang panjang dan juga jadwal penerbangan yang kacau kemarin, ya tapi mau bagaimana lagi kami akan tetap memaksimalkan," terangnya.


Selain itu, Djuka tetap mengincar kemenangan pada laga ini. Bermodalkan rekor tandang yang bagus, optimisme itupun searah dengan target tiga besar di klasemen akhir yang dicanangkannya. "Ini akan jadi pertandingan yang menarik, dan kami akan bermain dengan serius dengan kemampuan terbaik kami dan karakter kami, karena kami ingin meraih hasil terbaik di pertandingan ini," paparnya.


Absennya sejumlah pilar pada laga inipun diakuinya tak menjadi kendala. Seperti diketahui, PBFC tak menyertakan Edilson Tavarez dan Gerald Pangkali yang mengalami cedera. "Kalau kalian lihat dopertandingan kami sebelum ini, saya memasang Edilson Tavarez untuk menggantikan Pedro Javier dan Zulkifi Syukur yang tak bermain karena akumulasi kartu, dan sekarang Edilson absen karena cedera, dan mereka yang siap tampil," papar eks pelatih FC Lovcen Montengero itu.


Ditanya perihal buruknya kualitas kepemimpinan wasit di ISC A 2016 ini, Djuka menilai ini memang menjadi persoalan akut yang tak kunjung menemui solusi. "Soal wasit itu bukan problem saya, itu problem federasi untuk memperbaikinya. Saya baru disini, tapi saya dengar ini bukan lagi persoalan baru. Yang jelas opini saya soal wasit di Indonesia itu tidak berkualitas, dan saya tidak akan pernah merubah pandangan ini sampai akhirnya saya melihat adanya perbaikkan," pungkas Dragan. (AHS)