Pusamania Borneo FC (PBFC) benar-benar tampil perkasa pada laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 saat kontra PSM Makassar di Stadion Segiri Samarinda, Jumat (21/10) sore.


Tak tanggung-tanggung, Pesut Etam menyarangkan empat gol berbalas satu kegawang Juku Eja. Kemenangan 4-1 inipun menjadi teramat spesial bagi Flavio Beck Junior. Ya! legiun asing asal Brazil itu menciptakan tiga gol pada laga ini.


Selain itu, kemenangan ini juga menjadi istimewa, pasalnya pada 23 Juni 2016, saat putaran pertama lalu, klub kebanggaan orang Samarinda ini juga meraih kemenangan 2-0 atas PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.


Jalannya laga pun berlangsung menarik. Pada laga babak pertama, PSM Makassar sebenarnya mampu unggul lebih dulu. Anak asuh Robert Rene Alberts ini berhasil mencuri gol saat PBFC gencar menyerang.


Bola yang sedang bergulir di tengah lapangan, gagal dihalau pemain bertahan PBFC Firly Apriansyah. Akibatnya, Rasyid Bakri mencuri bola tersebut dan melakukan sprint ke arah gawang PBFC. Saat berhadapan dengan Muhammad Ridho, Rasyid memilih mengoper bola ke Mukhlis Hadi. Penyerang muda PSM itu pun dengan santai mencebloskan bola ke gawang PBFC. Skor 0-1 untuk PSM Makassar bertahan hingga akhir babak pertama.


Memasuki babak kedua, meski tak didampingi langsung pelatih kepala Dragan Djukanovic, skuad Pesut Etam menampilkan pola serangan yang semakin intens. Serangan demi serangan dibangun dari sektor sayap.


Tingginya tensi pertandingan membuat kedua pemain sempat terlibat aksi priksi pada menit ke-56. Wasit Djumadi Effendi yang memimpin laga tersebut, tak mau ambil resiko. Akhirnya, dua kartu merah dia berikan masing-masing kepada Achmad Hisyam Tolle (PSM) dan Gerald Pangkali (PBFC).


Usai insiden ini, sepakan bola mati ini diluar kotak 16, tak disia-siakan skuad Pesut Etam. Ialah Flavio Beck Junior yang mengawali pesta gol PBFC di menit ke-60. Ekekusi tendangan bebas kaki kanan yang cantik, membuat penjaga gawang PSM, Deny Marcel, tak berkutik. Bola dengan lembut melengkung dan membentur tiang lalu menerobos jala gawang. Skor berubah 1-1.

Tensi permainan semakin meninggi. Alhasil, wasit berkali-kali harus meniup pluit pelanggaran. Delapan menit berselang seusai gol pertama, pelanggaran lagi-lagi terjadi pas di depan garis kotak penalti.


Dan, Flavio Beck Junior kembali mengeksekusi. Jeder! bola sepakannya kembali berbuah gol. Ini merupakan gol ketiganya melalui tendangan bebas, sekaligus menjadikan dirinya sebagai yang pertama di ISC A, mencetak dua gol secara berturut-turut dalam satu pertandingan melalui tendangan bebas.


Disisi lain, ketinggalan 2-1 membuat PSM kehilangan filosofi permainan. Anak asuh Robert Rene Albert tampak kerepotan meladeni permainan PBFC, yang semakin garang meladeni PSM. Di menit 74 lagi-lagi PSM dibuat merana, setelah Terens Puhiri menerima umpan silang panjang dari sisi kiri Gavin Kwan Adsit. Deny Marcel yang berusaha maju, tak berkutik saat Tarens memotong bola di depan gawang, bola dengan mudah diceploskan sekaligus merubah kedudukan menjadi 3-1.


Pada laga ini, gol melalui titik putih saat injury time oleh Flavio Beck Junior menjadi akhir manis bagi tuan rumah. Sebelum terjadinya penalti, penyerang PBFC Pedro Javier dilanggar Deny Marcel. Eksekusi dingin, Flavio Beck Junior pun membuat kedudukan berubah menjadi PBFC 4-1 atas PSM Makassar. (AHS/*)