Pusamania Borneo FC (PBFC) U-21 kembali menuai hasil negatif kala bertanding dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21 putaran kedua Grup 3 di Stadion Mandala Jayapura.


Ya, skuad Pesut Etam Junior dipaksa menerima kekalahan kedua saat bersua PSM Makassar U-21. Ini menjadi kekalahan kedua PBFC U-21 setelah tiga hari sebelumnya juga takluk 2-0.


Pada putaran kedua lalu, PBFC U-21 tampil digdaya tanpa tersentuh kekalahan, sebelumnya PSM U-21 juga ditahan mereka 1-1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.


Irfan Jaya menjadi aktor kemenangan PSM U-21 atas PBFC U-21. Golnya pada menit ke-13 dan menit ke-76 memastikan raihan tiga poin PSM. Sedangkan gol semata wayang PBFC U-21 disumbangkan oleh Satria Tama.


"Dipertandingan ini kekuatan kami hanya 13 orang, karena ada dua pemain yang terkena akumulasi, juga Gavin Kwan Adsit dan Rifal Lastori yang harus ke tim senior di Solo, menjadi kekuatan kami tergerus, tapi secara menyeluruh anak-anak bermain luar biasa," ujar Mariyadi, manajer tim PBFC U-21.


"Kami minta maaf atas hasil ini, kami memang kalah hari ini, tapi kami tetap tak ingin menyerah hingga akhir nanti, kami datang kesini dengan rasa bangga demi kehormatan tim dan akan tetap bertarung habis-habisan, dan itulah yang saya lihat dibenak anak-anak," tambah Mariyadi.


Ya, kans Pesut Etam muda ke lolos ke babak selanjutnya ditentukan pada laga sisa saat bersua Persiba Balikpapan U-21, Mitra Kukar U-21 dan Perseru Serui U-21. "Menang jadi harga mati, karena kami gagal meraih kemenangan dilaga sisa, peluang kami lolos sebagai tiga terbaik pun dipastikan musnah," pungkasnya.


Disisi lain, kemenangan PSM U-21 atas PBFC U-21 disambut dengan suka cita. Bahkan, hasil ini diibaratkan sebagai ajang pembalasan atas kekalahan tim senior mereka yang kalah atas PBFC 4-1 di Stadion Segiri, belum lama ini. "Kemenangan ini juga sekaligus membalas kekalahan tim senior PSM atas tim senior PBFC pekan lalu di Samarinda," papar Budiardjo, pelatih PSM U-21. (AHS/*)