Dipanggilnya Dian Agus Prasetyo ke tim nasional Indonesia membuat persaingan menjadi kiper utama Pusamania Borneo FC (PBFC) ketat.


Ya, dua kiper muda, Nadeo Argawinata dan Muhammad Ridho saling berjibaku mendapatkan posisi tersebut. Meski demikian, diutarakan keduanya, persaingan yang mereka lakukan dibawah mistar Pesut Etam masih dalam koridor sehat.


Bahkan, keduanya tak segan saling memberikan motivasi jika salahsatu dari mereka dipercaya berdiri mengawal palang pintu terakhir tersebut. "Kami berteman baik, kami saling dukung. Soal persaingan memang tidak bisa dipisahkan, tapi itu semua kami jalani dengan sehat," ujar Muhammad Ridho, pemilik dua caps bersama Pesut Etam itu.


Senada dengan Ridho, Nadeo Argawinata yang punya pengalaman segudang di level timnas junior pun beranggapan sama. "Kami kerja keras untuk mengejar mimpi menjadi kiper utama di tim, soal siapa yang dipercaya itu urusan pelatih karena mereka lebih tahu soal itu," ungkap Nadeo.


"Intinya, siapapun diantara kami yang akan dipasang, kami tetap saling dukung, toh kerja keras kami yang dilakukan hari ini, saya yakin tak akan sia-sia dan akan berdampak baik untuk kedepannya," pungkasnya. (AHS)