Sehari usai kalahkan Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo, Pusamania Borneo FC (PBFC) langsung bertolak ke Makassar.


Klub berjuluk Pesut Etam ini diketahui tak pulang ke Samarinda, pasalnya pada 5 November mendatang, mereka dijadwalkan akan menantang tuan rumah Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Jayapura.


Sesampainya di Makassar, usai makan siang di Hotel Grand Celino, tim besutan Dragan Djukanovic ini tak beristirahat. Mereka langsung tancap gas menuju Pantai Akkarena. Ini merupakan pantai yang terletak disekitar selat Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.


Pantai Akkarena sendiri terkenal karena kerap dijadikan tempat rekreasi keluarga karena terdapat sarana bersantai, bermain, maupun berolahraga. "Kita perlu suasana seperti ini, agar pemain bisa lebih santai dan enjoy," terang Farid Abubakar, manajer tim PBFC.


"Saya tahu pertandingan kemarin (melawan Persija) tensinya sangat tinggi, mereka juga tampil sangat luar biasa. Dan refresing bersama seperti saat ini selepas pertandigan, saya pikir bagus untuk tim," timpal pelatih PBFC, Dragan Djukanovic.


Sebelumnya, PBFC berangkat Senin (31/10) pagi dari Bandara Adi Soemarno Surakarta. Siang harinya, PBFC tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sebelumnya, Ponaryo Astaman dan kawan-kawan transit terlebih dahulu sekitar satu jam di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan.


Kondisi ini tentu sangat melelahkan, terlebih mereka baru saja berjuang ekstra saat meraih poin penuh di Stadion Manahan Solo. "Jadi setelah tim pulang dari refreshing di Pantai Akkarena, anak-anak langsung dibawa yakuzi. Ini bertujuan agar recovery mereka benar-benar terjaga," pungkasnya.


Sementara itu, PBFC memilih Makassar sebagai tempat persiapan sebelum bertolak ke markas Persipura Jayapura rupanya ada alasannya. Diterangkan asisten manajer PBFC, Farid Abubakar, dipilihnya Kota Daeng, karena dianggap sebagai 'rumah kedua' bagi skuad Pesut Etam.


Seperti diketahui, dalam berbagai masa persiapan turnamen beberapa saat lalu, PBFC selalu memilih kota Makassar sebagai tempat persiapan. Mulai dari Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman hingga Liga Ramadhan pun PBFC turut berpartisipasi, meski pada pelaksanaannya memakai nama Nahusam FC.


Disisi lain, tak pulangnya skuad Pesut Etam ke Kota Tepian, karena perjalanan dirasakan semakin jauh jika tim kembali ke Samarinda. "Dihadapkan dengan tiga laga away sekaligus ke Solo, Jayapura dan Padang secara berurutan diperlukan program yang detail agar biaya tak membengkak dan yang terpenting perihal kondisi tim yang harus prima," pungkas Farid. (AHS)