Pusamania Borneo FC (PBFC) memiliki pengalaman tak menyenangkan saat bertandang ke ranah minang pada gelaran Piala Jenderal Sudirman awal tahun silam.


Ya, seperti diketahui kala itu, Pesut Etam takluk secara menyakitkan atas tuan rumah Semen Padang di Stadion Agus Salim Padang, lewat drama adu penalti.


Atas hasil tersebut, langkah PBFC pun terpaksa terhenti di babak semifinal, dan gagal melaju ke babak final menantang saudara se-Mahakam mereka, Mitra Kukar, yang pada akhirnya keluar sebagai juara.


Ditanya perihal itu, kapten tim PBFC, Ponaryo Astaman tak menapik kegagalan itu masih membekas diingatannya. Namun demikian, dirinya mengatakan hal itu harus segera dilupakan, diapun mengajak timnya untuk fokus dipertandingan yang akan datang.


"Setiap kegagalan maupun kesuksesan dimasa lalu adalah pelajaran bagi kita untuk terus meraih hasil yang positif kedepannya, kami datang kesini dengan keyakinan juga semangat baru, semoga jalan kami dimudahkan," terang Popon di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang, Rabu (9/11) malam.


PBFC seperti diketahui dalam dua laga tandang terakhir sukses meraup empat poin. Tambahan poin didapat kala menang 2-0 di markas Persija Jakarta dan imbang 0-0 atas tuan rumah Persipura Jayapura.


Hasil ini juga membawa PBFC merangsek ke jajaran enam besar klasemen sementara Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Bermodalkan ini pula, PBFC yakin tren positif bisa kembali diraih skuad besutan Dragan Djukanovic saat menantang tuan rumah Semen Padang, Jumat (11/11) sore mendatang.


"Empat poin dari dua laga away, terus terang hasil yang cukup bagus dan mengembirakan buat semua, tinggal satu lagi tugas di Padang, dan kalau bisa kita ingin menyempurnakan dengan menambah poin lagi di away, di rentetan tiga away terakhir ini," pungkasnya. (AHS)