Pemain dari Pusamania Borneo FC dan Persela Lamongan yang bakal bertanding di Stadion Segiri Samarinda, Jumat (18/11) sore, dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 dipastikan bakal memakai pita hitam dilengan mereka.


Ya, ini dilakukan sebagai bentuk belasungkawa atas aksi teror bom yang terjadi Minggu (13/11) lalu di Samarinda Seberang. Seperti diketahui, aksi tak terpuji di Gereja Oikumene Jl Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang itu membuat masyarakat Kota Tepian berduka.


Penyerangan memakai bom molotov itu menyebabkan satu dari empat Balita meninggal dunia. Balita yang meninggal dunia atas nama Intan Marbun (2,5 tahun). Korban adalah salah seorang Anak Sekolah Minggu HKBP Samarinda Seberang Resort Merak Samarinda Kota.


"Kami pastikan kedua tim memakai pita hitam, ini bentuk belasungkawa kami terhadap aksi biadab yang terjadi di Gereja Oikumene Samarinda Seberang, kami sangat sedih dan prihatin terhadap aksi ini," ujar Chief Marketing PBFC, Muhammad Novi Umar.


Dijelaskan Novi, tak hanya memakai pita hitam dilengan para pemain. Namun, sebelum pertandingan kedua tim dan juga penonton yang hadir di Stadion Segiri akan melakukan prosesi mengheningkan cipta untuk mendoakan korban dan berharap kejadian tersebut tak lagi terjadi.


"Jadi selain mengenakan pita hitam dilengan para pemain kedua tim, nanti sebelum pertandingan, satu stadion juga diajak untuk mengheningkan cipta, berdoa agar kejadian ini tidak lagi terulang dimanapun dibelahan bumi ini," pungkasnya. (AHS)