Dukungan pemutihan status untuk Persebaya Surabaya terus mengalir. Kali ini datang dari kelompok suporter Pusamania, pendukung setia Pusamania Borneo FC (PBFC).


Ya, dalam laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 melawan Persela Lamongan yang berakhir dengan kemenangan 3-1, Jumat (18/11) sore, kelompok suporter terbesar di Kaltim itu membentangkan spanduk bertuliskan #SavePersebaya1927.


Usai membentang spanduk tersebut di bagian timur, spanduk dukungan kepada Persebaya Surabaya dan Bonek itu lantas dipindahkan dan dipasang di tribun selatan Stadion Segiri Samarinda.


Namun, rupanya hal itu mengusik pihak operator. Tekanan untuk melepas spanduk dengan ancaman bakal disanksi karena dianggap melanggar regulasi membuat panpel dilema.


Menanggapi hal itu, Nabil Husein Said Amin, Presiden Klub PBFC, mengapresiasi aksi yang dilakukan suporternya. "Udah biarin aja, ini bentuk solidaritas suporter kok, ini harus kita dukung, kalau mau di denda, ya udah sih, denda aja," sahut Nabil.


Artinya, jika aksi solidaritas dukungan kepada Persebaya Surabaya dianggap menyalahi aturan. Dalam waktu dekat, di sepak bola Indonesia bakal ada sanksi dan denda berjamaah yang bakal diterima suporter dan klub.


PBFC sendiri seperti diketahui sehari sebelum laga melawan Persela kebanjiran surat komdis. Dalam isinya, selain larangan bertanding mendampingi tim bagi pemain dan official terhukum, total PBFC diharuskan membayar denda sebesar Rp140 juta. (SAN)