Laga Derby Papadaan berlangsung keras, sepanjang laga pemain dari kedua tim kerap terlibat benturan bahkan aksi priksi. Namun, selepas laga semua berlangsung normal.


Meski kejadian kurang mengenakkan didapat penggawa Pusamania Borneo FC (PBFC) saat menuju ruang ganti, namun penyerangan itu bukan dilakukan pemain dari Barito Putera.


Sesuai laga mereka saling menunjukkan sportifitas, insiden yang terjadi selama 2x45 menit tuntas saat peluit dibunyikan. Keakraban pemain dari kedua tim juga terlihat di Hotel Amaris Banjarmasin.


Pasalnya, beberapa jam setelah laga, beberapa pemain Barito Putera terlihat berada di hotel tempat menginap PBFC tersebut. Hal itu dibenarkan Farid Abubakar, asisten manajer PBFC. "Tidak ada masalah antara pemain, ada beberapa pemain Barito juga yang datang ke hotel, semua normal karena pertandingan telah berakhir, Barito menang dan kami ucapkan selamat, ini normal dalam sepak bola," ujarnya.


Terkait pelemparan dan pemukulan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab terhadap penggawa Pesut Etam, yang terjadi saat memasuki ruang ganti selepas pertandingan, Farid menerangkan itu sudah ada yang mengawasi dan pihaknya juga telah bersurat secara resmi terkait tindakan tak terpuji itu.


"Kita serahkan semua kepada GTS, di pertandingan tadi ada pengawas pertandingan juga, rekaman videonya juga ada. Intinya hubungan antar pemain kedua tim tidak masalah, jadi kalau pemain sudah tenang, kami harap kedua suporter juga tenang, jangan mudah terprovokasi," pungkasnya. (AHS)