Pusamania Borneo FC (PBFC) kembali dihadapkan persoalan absennya pemain saat menjamu Arema Cronus, Minggu (11/12) malam di Stadion Segiri Samarinda.


Dalam laga kandang terakhir PBFC di kandang dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 ini, satu nama Ricky Ohorella dipastikan absen karena akumulasi.


Meski demikian, Dragan mengaku hal itu bukan hal yang membuatnya pusing. Pasalnya, dalam setiap laga, PBFC selalu dihadapkan persoalan yang sama. Bahkan, dalam satu laga, Dragan pernah tak bisa menurunkan 6 pemain sekaligus. Beruntung pemain yang menjadi pengganti selalu menunjukkan performa terbaik.


"Ini bukan masalah yang besar bagi kami, karena dalam tiga bulan terakhir kami jarang bermain komplit, selalu ada pemain yang absen, jadi kami sudah terbiasa," sahut pelatih berpaspor Montenegro itu.


Dalam skuad Pesut Etam persaingan tergolong sangat kompetitif di semua lini. Tak hanya pemain, posisi utama di bawah mistar pun juga terbilang ketat. Selain itu, Dragan menganggap dalam sepak bola tidak ada yang tak mungkin, apapun bisa tersaji, dan tidak bisa diprediksi hanya dengan ilmu pengetahuan saja. "Sepakbola bukan sekedar sains, tidak ada yang pasti di sepak bola, bagi saya sepak bola adalah seni," pungkas pelatih berusia 46 tahun itu.


Laga melawan Arema sendiri merupakan laga kedua pada gelaran ISC A 2016, sebelumnya di putaran pertama PBFC sukses memecah keperawanan rekor kandang tak terkalahkan Arema dengan kemenangan 2-1 di Stadion Kanjurugan Malang. Saat itu, dua gol lewat sundulan kepala Jad Noureddine dan sepakan Jefri Kurniawan membuat Pesut Etam pulang dengan kepala tegak. (AHS)