Skor imbang 2-2 menjadi hasil akhir yang diraih Pusamania Borneo FC saat ditantang Arema Cronus di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (11/12) kemarin.


Skor itu pun disesalkan banyak pihak. Bahkan diantaranya, skuad Pesut Etam sendiri. Padahal, menurut pelatih kepala PBFC, Dragan Djukanovic, pertandingan berlangsung menarik diawal laga, terutama saat timnya mampu unggul cepat 2 gol melalui Jefri Kurniawan dan Flavio Beck Junior.


Sayang, sesaat unggul dua gol, tempo tekanan justru berhenti, sehingga Arema mampu menyamakan kedudukan sebelum turun minum. "Para bermain seperti stop bermain saat unggul dua gol, namun saat memasuki babak kedua dimulai, mereka coba bangkit lagi, sayang situasi sudah berbeda, apalagi mereka banyak melewatkan beberapa kesempatan emas sebelumnya," ungkap pelatih berlisensi UEFA Pro itu.


Diterangkan Dragan, hasil ini sangat membuatnya kecewa. Terlebih, timnya sebenarnya jauh lebih menguasai jalannya laga. "Hasil ini sangat mengecewakan, apalagi gol tim lawan berawal melalui set piece dan penalti," urai Dragan.


Kapten PBFC, Ponaryo Astaman juga tampak kecewa. Dirinya bahkan tak ingin beranjak masuk ke ruang ganti sesaat pertandingan usai. Bersama Zulkifli Syukur, kedua sosok senior itu lama berdiam di lapangan. Keduanya beranjak masuk, ketika lampu stadion mulai padam satu per satu. "Kecewa sekali, hasilnya sangat membuat kecewa," gumamnya.


Disisi lain, skor imbang yang diraih Arema atas PBFC bukanlah suatu hal yang membanggakan. Pasalnya, tambahan satu poin yang didapat di Samarinda membuat posisi mereka dalam perburuan gelar juara dipastikan semakin terjal.


Kepastian gelar juara Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 ini sebenarnya bakal diketahui menjadi milik Persipura Jayapura, jika pada laga semalam Arema dikalahkan PBFC. Keduanya kini terpaut dua poin dan sama-sama menyisakan satu laga di akhir musim. (AHS)