Meski mampu 'merusak' perjalanan Arema Cronus menuju tangga juara Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Pusamania Borneo FC (PBFC) justru tak gembira.


Hasil imbang 2-2 yang menjadi skor akhir dalam laga ini membuat penggawa Pesut Etam kecewa. Didalam ruang ganti selepas laga, semua terdiam. Dari raut wajah mereka, seluruh pemain tampak menyesali hasil tersebut.


Maklum, sebagai tuan rumah, tendesi mereka hanya satu, meraup poin penuh. Apalagi, persaingan menjadi yang teratas di jajaran tim papan tengah hingga kini berlangsung ketat. "Seharusnya bisa menang ini," ungkap kapten PBFC, Ponaryo Astaman selepas laga.


Ya, seperti diketahui PBFC sempat unggul dua gol lebih dulu pada laga ini saat Jefri Kurniawan dan Flavio Beck Junior membobol gawang Arema. Namun, Singo Edan mampu membalas melalui Ferry Aman Saragih lewat skema bola mati dan tendangan penalti Cristian Gonzales.


Sebenarnya, PBFC nyaris menjadi pemenang pada laga seru ini, jika saja sepakan penalti Edilson Tavarez pada menit ke-90+4 berbuah gol. Namun, sepakan pelan pemain asal Brazil itu ke arah kanan gawang Arema, mampu dengan mudah diantisipasi Ahmad Kurniawan.


Dengan hasil ini, PBFC mengemas 50 poin dan berada di bawah Persib Bandung yang berada di peringkat ke-6 dengan 51 poin. Persib sendiri bakal menjadi lawan PBFC pada Rabu (14/12) nanti di Stadion Jalak Harupat Bandung, sebelum akhirnya menutup perjuangan musim ini di Palembang saat bersua Sriwijaya FC, 18 Desember mendatang.


Menariknya, tambahan dua gol PBFC kegawang Arema semalam membuat skuad besutan Dragan Djukanovic itu menjadi tim tersubur dalam pergeralan ISC A 2016 dengan 60 gol. (AHS)