Tiba di Samarinda dua pekan lalu, Flavio Beck Junior masih mendapat penanganan serius dari fisioterapis PBFC, Lutfinanda Amary Septiandi. Namun setelah menjalani pemeriksaan USG (Ultrasonografi), ternyata hasilnya positif.


Memang, gelandang berpaspor Brasil itu menjadi satu-satunya pemain yang belum berlatih bersama tim dengan porsi besar. Flavio diketahui mengalami masalah di sekitar panggul. Cedera itu didapat saat masih berkompetisi Desember lalu.


"Jadi ada infeksi dan menghasilkan rasa sakit yang hebat. Otot-otot di sekitar perut secara otomatis diproteksi, sehingga tidak terlalu banyak bergerak dan menyebabkan lemah," tutur Lutfi, sapaan akrab Lutfinanda Amary Septiandi.


Sebenarnya rasa sakit mulai berkurang. Sebab, Flavio mendapat suntikan anti infeksi dan nyeri di Eropa. Alhasil, ketahanan tubuh yang saat ini sedang digenjot untuk menguatkan otot-otot core muscle (otot batang tubuh seperti perut, pinggang, paha, dan bokong). "Prediksi saya, maksimal tiga hari lagi sudah pulih. Kalau rajin diterapi mungkin lebih cepat," kata Lutfi.


Agar proses penyembuhan dan penguatan core muscle berjalan cepat, Lutfi memberikan Flavio hydrotherapy setiap pagi. Terapi itu dilakukan untuk mengurangi risiko cedera dengan gaya apung. "Hydrotherapy itu salah satu yang sering digunakan fisioterapi. Latihan dengan media air untuk penguatan dan mengembalikan elastisitas otot," paparnya.


Dari hasil terapi hampir dua pekan, Flavio melakukan pemeriksaan USG kemarin (27/1) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Dikatakan Lutfi, hasilnya positif. "Artinya proses pemulihan berjalan baik," imbuhnya.


Selain Flavio, dikatakan Lutfi tak ada pemain yang mengalami cedera serius. Terens Puhiri yang pekan lalu mengalami masalah di area paha telah pulih. Bahkan jebolan PBFC U-21 itu sudah mengikuti game internal tim Kamis (26/1). (KP/AHS/*)