Pelatih kepala Pusamania Borneo FC (PBFC), Dragan Djukanovic, mengakui tak melewatkan satu laga pun dalam turnamen pra musim bertajuk Piala Presiden 2017. Disebutkannya, hal ini dilakukannya untuk memantau kekuatan calon lawan yang akan dihadapinya pada gelaran Liga 1.


Seperti diketahui, anak asuh Dragan Djukanovic memilih fokus untuk menggelar pemusatan latihan, untuk itu tim yang diturunkan di Piala Presiden adalah tim khusus bernama PBFC II. Dengan ini, Dragan pun bisa lebih leluasa memantau kekuatan calon lawan. "Iya saya menonton semua pertandingan Piala Presiden dan melihat calon-calon lawan PBFC di Liga 1 nanti," paparnya.


Sejauh ini, Dragan menyimpulkan banyak klub yang tampil berbeda. Hal ini disebutnya normal, karena setiap tim ingin memiliki kekuatan yang tangguh. Bahkan disebutnya, klub di Indonesia saat ini tergolong royal dalam belanja pemain. "Beberapa tim juga banyak belanja pemain-pemain bintang yang punya kualitas bagus, namun sejauh ini saya melihat mereka bermain terlalu individual dan bukan sebagai tim," terang pelatih berlisensi UEFA Pro itu.


Dragan pula menyakini timnya pada Liga 1 mendatang akan tampil dengan skema terbaik. Berkaca dari musim lalu, permainan agresif tetap bakal menjadi ciri khas. "Saya sendiri optimis musim ini akan mendapatkan hasil yang baik. Kami akan bermain dengan kolektivitas, dengan kekuatan tim seperti musim lalu. Kami akan bermain layaknya pasukan sparta disetiap pertandingan," ujarnya.


Disinggung perihal, tim mana yang paling ditakuti, Dragan menyebutkan tak ada satu klub pun di Indonesia yang perlu ditakuti. "Saya tidak takut dengan tim lawan karena sejatinya sepakbola adalah permainan 11 vs 11 orang bukannya bergantung kepada pemain bintang saja. Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola," pungkas pelatih yang pernah membobol gawang AS Roma itu. (NAD)