Ada yang berbeda dalam latihan Pusamania Borneo FC (PBFC), Kamis (9/2) di Stadion Segiri Samarida. Ya, latihan tak biasa dijalani skuad Pesut Etam.


Jika selama persiapan sebelum terjun di Liga 1 2017, mereka kerap bergelut dengan program latihan fisik yang berat. Kamis sore, pelatih kepala, Dragan Djukanovic memberikan program lebih ringan.


Pelatih berlisensi UEFA Pro ini tidak memberikan materi fisik dan taktik yang menonjol. Dalam hal ini, pelatih berkebangsaan Montenegro itu memberi mengintruksikan Ponaryo Astaman dan kawan-kawan memutari lapangan sebanyak tiga kali.


Kemudian dilanjutkan dengan permainan layaknya takraw yang dibagi menjadi enam grup. Setelah itu latihan ditutup dengan pendinginan. "Ini bagian dari program, kita tau setelah libur sehari (Senin lalu), program yang kita berikan ke pemain sangat berat dan ini waktunya untuk menurunkan tempo," ujar Dragan Djukanovic.


Dragan menuturkan alasan penyebab intensitas latihan diturunkan. Disebutnya, ditengah program berat yang dijalani anak asuhnya dalam peningkatan fisik, kondisi tubuh para pemain tetap harus diperhatikan. "Tubuh pemain pasti membutuhkan masa relaksasi setelah dituntut bekerja sangat berat, kalo dipaksa malah akan bahaya dan justru akan berakibat pada cedera," pungkasnya. (SAN)