Duel Bali United kontra Pusamania Borneo FC (PBFC) II berakhir imbang 0-0 dalam laga kedua penyisihan Grup 4 Piala Presiden 2017 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (13/2) malam.


Duel berat dibawah guyuran hujan lebat itu membuat persaingan di Grup 4 semakin ketat. Tak ada satu pun tim yang mengunci tiket menuju babak 8 besar.


Namun, Sriwijaya FC saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan koleksi empat poin setelah pada sore harinya menang tipis 2-1 lawan Barito Putera. Diikuti Bali United dan PBFC II dengan koleksi sebiji poin.


Laga kedua tim pun langsung berjalan dalam tempo tinggi. Tuntutan wajib menang memaksa Bali United serta PBFC II bermain agresif mengejar gol. Tak kurang berjalan semenit, penetrasi Fandi Ahmad disisi kiri nyaris berbuah gol. Sayang, umpannya kepada Reinaldo gagal berbuah gol. Sepakan pemain bernomor punggung 99 itu melambung keatas gawang, padahal saat itu posisi pemain setinggi 192 itu tepat berada didepan Bali United tanpa kawalan.


Pada menit ke-5 Bali United langsung merespon, mereka mendapat peluang emas lewat sundulan Ahn Byung-keon, memanfaatkan tendangan bebas Irfan Bachdim dari sisi kiri pertahanan kudu lawan. Namun bisa diantisipasi.


Selanjutnya menit ke-16 giliran Irfan membahayakan gawang Wawan Hendrawan setelah mendapat umpan dari Ndumba Makeche yang melakukan aksi individu di area kotak penalti tim Pesut Etam. Namun lagi-lagi, gagal.


Jika di babak pertama PBFC bermain 3-2-3-1, memasuki awal babak kedua Pusamania Borneo FC lebih berani menyerang. Ricky Nelson merubah sistem bermain menjadi 3-2-3-1-1. Masuknya Rachmat Latief semakin menambah tembok pertahanan PBFC II kokoh.


Sementara itu, strategi menyerang Bali United lebih banyak tertumpu dari dua sisi sayap. Ini sesuai intruksi pelatih, Yamashita Kunihiro dan kawan-kawan berhasil memaksa Bali United menjauhi bagian sisi dalam pertahanan mereka. Terlebih, tiga pilar tangguh Dirkir Khon Glay, Yamashita Kunihiro dan Rachmat Latief memiliki tubuh tinggi menjulang.


Disisi lain, striker asal Brazil berpaspor Australia, Reinaldo Elias beberapa kali mendapat peluang emas. Sayang lapangan yang licin karena hujan membuat tendangan-tendangan penyerang kerapkali meleset.


Pelatih anyar Bali, Hans Peter Schaller melakukan perubahan di sektor depan Bali United, menarik Irfan Bachdim dan menggantikannya dengan I Made Wirahadi. Pada menit ke-74 sang striker jangkung sempat mencetak gol lewat sundulan namun dianulir karena dianggap offside.


Hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir skor Bali United versus PBFC II tetap 0-0. Skor ini juga memperpanjang rekor tak pernah kalah PBFC atas tuan rumah Bali, sebelumnya di gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A, PBFC juga menahan imbang 1-1 di Gianyar. Sedangkan, saat bertandang ke Samarinda, Bali United dipermak PBFC 5-1 di Stadion Segiri. (*/AHS)