Sebagai sosok penting di tim, Ricky Nelson memiliki potensi dan kelebihan membaca pemain-pemain muda berbakat. PBFC II beruntung memiliki pelatih 37 tahun itu. Muda dan jago analisis sepak bola.


Sangat mudah bagi Ricky Nelson membaur dengan seluruh elemen tim Pusamania Borneo FC (PBFC) II.‎ Perawakan supel dengan gaya komunikasi yang baik membuat dirinya dicintai pemain dan manajemen tim beralias Pesut Etam.


Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin, menuturkan ada beberapa hal positif diperlihatkan Ricky. Namun, yang utama ialah mampu membakar semangat semua pemain yang diasuhnya.


"Sebenarnya saya belum bisa berkomentar banyak soal coach Ricky. Kami baru pertama kali menjalin kerja sama. Tapi yang saya nilai sangat baik adalah sosoknya sebagai motivator dalam tim," tutur Nabil.


Ricky, disebutkan Nabil sepakat menjalin kerja sama dengan PBFC selama setahun. Selain diproyeksikan menjadi pelatih di tim U-21, Ricky diminta membangun struktur pembinaan usia dini.


Tujuan utama Ricky didatangkan ke Samarinda ialah mengorbitkan pemain muda. Mempromosikan penggawa junior ke tim senior PBFC. "Jadi tujuan coach Ricky bukan hanya mengejar prestasi di tim U-21," imbuhnya.


Tak hanya berurusan dengan pemain, Ricky bakal memberi materi-materi kepelatihan. Sasarannya ialah calon-calon pelatih di Samarinda. Program tersebut seperti kursus kepelatihan.


Selain dipuji Nabil, gelandang sekaligus kapten PBFC II Asri Akbar menilai Ricky sangat cerdik meramu strategi. Dia dan rekan-rekannya cepat memahami apa yang diinginkan sang pelatih. "Beliau (Ricky Nelson) juga sangat dekat dengan pemain. Jadi, tidak ada jarak antara pelatih dan kami. Salah satu pelatih lokal terbaik yang pernah ada," puji Asri.


Sementara bagi kiper Wawan Hendrawan, Ricky dianggap pelatih muda berbakat. Kemampuan menganalisis tinggi, ditunjang dengan penyampaian teori yang baik. "Semua pemain dengan gampang mengerti apa yang disampaikan coach Ricky. Kalau semua paham, bertanding jadi lebih ringan. Sukses terus untuk coach Ricky," kata Spiderwan, julukan Wawan.


Sedangkan bagi bek PBFC II, Nizar Azhari, Ricky punya mental serta daya juang tinggi di balik layar. Sosok juru taktiknya tersebut mampu mengorbitkan pemain muda yang bersinergi apik dengan pemain berpengalaman. "Coach Ricky sosok bapak yang baik di lapangan. Selalu bekerja keras. Rasa kekeluargaan yang ditanamkan kepada kami sangat baik," sebut Nizar.


Senada dengan pemain, asisten pelatih PBFC II Basri Badrusalam menyebutkan Ricky pelatih yang bisa bekerja sama secara profesional. Meski berbeda status di tim, Ricky tak lantas memanfaatkan semena-mena kepemimpinannya. "Coach Ricky selalu berkomunikasi dan meminta saran dengan kami di tim pelatih. Jadi semua saling menyatu untuk memajukan tim. Tidak ada yang diistimewakan," tutur Basri. (KP)