Berlatih terus-menerus di Stadion Segiri Samarinda tentu memberikan efek jenuh terhadap skuad Pusamania Borneo FC (PBFC).


Kondisi tersebut sebenarnya telah dipikirkan pengurus Pesut Etam sejak jauh hari. Agenda training camp (TC) ke Batam yang sempat disusun, justru batal terealisasi karena tak menemui kata sepakat dengan pengundang.


Batalnya agenda ini, membuat manajemen memberikan opsi pengganti agar program tetap pada jalurnya. Uji coba di Segiri menghadapi klub Liga 2 digelar 19 Februari lalu melawan PSIS Semarang. Namun, laga serupa melawan Persis Solo pada 25 Februari lalu justru urung digelar.


Pembatalan kontra Persis Solo ini karena kick off kompetisi Liga 1 yang berubah menjadi musababnya. Sebab, mereka harus mengubah program demi menyinkronkan dengan persiapan kompetisi garapan PSSI tersebut. Selain itu, dihari yang sama PBFC II tengah berjuang pada laga krusial melawan Madura United di babak perempatfinal Piala Presiden 2017.


Manajemen tim ibu kota Kaltim itu pun memastikan bakal menggunakan Stadion Utama Palaran dalam beberapa hari kedepan untuk berlatih. Hal ini dilakukan, selain untuk mencari suasana baru, juga karena Stadion Segiri tengah dirawat. Ya, stadion ditengah kota Samarinda itu, saat ini memerlukan perawatan sebelum digunakan pada kompetisi Liga 1 mendatang.


"Kita akan latihan di Stadion Palaran, karena Stadion Segiri memang perlu diistirahatkan sementara sebelum berkompetisi,” tutup Nabil Husein. (KP/AHS)