Pusamania Borneo FC (PBFC) II tetap akan memakai jersey kebesaran mereka saat bertandang ke markas Persib Bandung. Ya, hal ini menyusul dengan keputusan wasit sebagai pengadil dalam match coordination meeting (MCM) Sabtu (4/3) di Graha Persib.


Diterangkan Donny Fahrochy, selaku perwakilan PBFC II pada MCM tersebut pihaknya sebenarnya tak mempermasalahkan jika saat itu tetap dipaksa memakai hitam.


Namun, ditengah perdebatan itu, pengawas pertandingan meminta wasit memberikan penilaian bahwa PBFC II tetap diperbolehkan memakai jersey orange.


"Kita memang mau pakai orange kombinasi merah marun, tapi jerseynya nyaris sama dengan jersey kiper Persib yang berwarna merah, dan wasit akhirnya putuskan bahwa kita tetap orange dan Persib yang ganti warna jersey kiper, karena alasan wasit saat itu, jika memaksa PBFC pakai hitam, saat malam warnanya tidak kontras dengan jersey biru Persib," terangnya.


Dalam MCM, Donny mengatakan jika tetap terjadi deadlock, sesuai regulasi keputusan warna tim yang digunakan pada pertandingan, akan ditentukan oleh wasit dan pengawas pertandingan. Namun, dalam hal ini kedua tim terlebih dahulu bersepakat mencari jalan keluar.


"Itulah pentingnya berdiskusi, tapi pada dasarnya tidak masalah, kalau pun akhirnya wasit sebagai pengambil keputusan menyuruh kami harus pakai hitam, ya kami akan pakai hitam, apalagi apparel kami workshopnya di Jakarta, jadi tidak ada masalah soal itu, bikin dan langsung antar sebelum pertandingan, beres kok. Hanya saja ya itu tadi, wasit condong memilih warna kontras yakni orange-biru ketimbang hitam-biru," tambahnya lagi.


Selain itu, Donny coba meluruskan kabar yang menyebutkan bahwa pada gelaran Piala Presiden 2017, PBFC II hanya disediakan satu jersey oleh pihak apparel. Justru dia menilai, ada multitafsir yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab perihal ini. Iapun tak ingin berandai-andai perihal motif tersebut.


"Ada yang salah mengartikan komentar saya, jadi selepas MCM ada salahsatu orang yang menanyakan soal jersey leg pertama di Samarinda, dia tanya kenapa Persib bisa pakai away dan saya jelaskan saat itu di Samarinda, kami diminta Persib untuk menganti warna jersey kiper, kebetulan warna jersey kiper utama PBFC itu biru, dan saya katakan jersey kiper kami yang away (hijau army) saat itu stoknya kosong, karena saat babak 8 besar di Solo, pemain pada tukeran jersey, baru ready hari Minggu saat leg kedua, cuma saya lihat dimedia kok jadi ramai yang bilang kami hanya punya stok jersey satu," pungkasnya. (AHS)