"Kami datang dengan sebuah keyakinan bahwa kami pengen buat sejarah baru di Piala Presiden, Walaupun kami tahu saat Persib Bandung main di kandang luar biasa punya kecepatan, punya determinasi sangat tinggi dan dengan didukung oleh suporter yang luar biasa fanatismenya dan ini membuat Persib berbeda sekali kalau main di home,"


Komentar itu menyeruak dari bibir seorang Ricky Nelson, pelatih kepala Pusamaia Borneo FC (PBFC) II di Piala Presiden 2017, jelang laga melawan Persib Bandung pada leg kedua di Stadion Jalak Harupat, Soreang Bandung, Minggu (5/3).


Bermodalkan kemenangan 2-1 di Samarinda, PBFC II datang ke Bandung dengan kepercayaan diri. Meski dihantui dejavu kegagalan dengan lawan pada ajang yang sama dua musim lalu, skuad Pesut Etam tetap dalam semangat tinggi. Ya, pada 2015 silam PBFC yang menang 3-2 di Samarinda, justru gagal lolos ke fase semifinal Piala Presiden karena kalah 2-1 di Bandung. Persib kala itu lolos berkat agresifitas mencetak gol di kandang lawan.


"Dalam pertandingan ada menang kalah dan seri yang pasti target kami menang kalau bertahan dan seri itu 90 menit plus injury time akan sangat sulit buat kami, kami main normal menyerang mencuri gol karena jalan keluar untuk kami besok (hari ini)," papar Ricky Nelson, sehari sebelum laga.


"Tapi kami yakin semua pemain kami dalam kondisi fit dan siap berjuang, kita sudah tekankan bahwa walaupun menang di leg pertama tidak menjamin kami masuk final. Kami terus kobarkan walaupun bukan perkara mudah karena mereka main di home akan menjadi permainan menarik dan penonton terpuaskan," tambahnya.


Disinggung perihal tekanan suporter lawan, PBFC II tak terlalu terbebani. Acap kali bertanding di Bandung membuat PBFC terbiasa. "Namanya suporter kan mencurahkan hatinya dan pikirannya. Bagi saya itu normal saja tapi bagus buat sepakbola Indonesia sepanjang ada pada koridornya normal tak ada anarkis dan melanggar peraturan. Kami menikmati suasana Bandung dengan bobotohnya," ujar pelatih yang juga merangkap sebagai Direktur Tim Junior PBFC itu.


Lantas perihal kepemimpinan wasit, Ricky Nelson tak ingin banyak komentar. Dia mempercayai sepenuhnya pada laga semifinal kedua nanti, wasit akan menjalankan tugas sesuai aturan. "Saya akan hanya fokus pertandingan walaupun wasit curang sekalipun saya tidak akan ngomong jadi saya ga terlalu takut dengan wasit. Sekalipun wasit curang tetapi kita bisa cetak banyak gol, kita menang," tuturnya. "Marilah pelatih kita semua fokus pada tim, fokus pada taktikal bagaimana tim kita bermain sehingga semua penonton senang. Untuk wasit, biarkanlah nanti Komisi Wasit yang menentukan kesalahannya," pungkas Ricky. (AHS)