Pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC) II, Ricky Nelson mengakui bahwa keluarnya Kunihiro Yamashita di pertengahan babak pertama membuat lini pertahanannya ambruk.


Kunihiro keluar dari lapangan karena cedera tendon kanan dan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-29 setelah bertabrakan dengan salah satu pemain Arema. Pemain asal Jepang itupun digantikan oleh Firly Apriansyah, yang pada laga tersebut menciptakan satu-satunya gol PBFC II kegawang Arema.


Namun satu menit kemudian, Arema berhasil membuka keran gol lewat Hanif Sjahbandi. "Di menit ke-24 keluarnya Yamashita menjadi masalah buat kami. Kami sulit bangkit ketika pemain pengganti masuk menggantikan Yamashita. Padahal Yama tidak pernah cedera, saya terkejut dengan hal ini. Mental kami hancur," ujar Ricky.


Disebutkan Ricky, keluarnya Kunihiro mengganggu konsentrasi para pemain PBFC II, terutama di sektor pertahanan. Pasalya, selama ini Kunihiro memang menjadi sosok penting dalam ritme permainan Pesut Etam. Terlebih, blunder Michael Yansen Orah yang ikut 'menyumbang' angka untuk Arema, menambah mental PBFC II amburadul.


"Yamashita keluar, kami kekurangan tenaga. Tapi saya apresiasi perjuangan para pemain, peringkat kedua kami syukuri. Cederanya Yamashita menjadi kendala bagi permainan kami, tapi saya ucapkan selamat untuk Arema FC," kata Ricky lagi.


PBFC II sebenarnya mencoba bangkit pada babak kedua. Namun, alih-alih menyamakan skor, buruknya pertahanan PBFC membuat para pemain Arema leluasa menyerang, dan menambah pundi gol. "Kami harus mengakui mentalnya para pemain menurun. Begitu Yama keluar hancur semua," pungkas pelatih yang juga Direktur Tim Junior PBFC itu. (*/AHS)