Pertandingan final Piala Presiden 2017 baru berjalan empat menit, namun Pusamania Borneo FC (PBFC) nyaris membobol gawang Arema FC. Sayang, sepakan Rifal Lastori memanfaatkan umpan Reinaldo Elias da Costa mampu dipatahkan penjaga gawang Kurnia Meiga.


Ya, jika saja peluang itu mampu dikonversi jadi gol, bisa saja laga puncak Minggu (12/3) malam kemarin berbeda. Pada laga ini, PBFC II takluk dengan 5-1 di Stadion Pakansari, Bogor.


Rifal seusai laga menyesali gagalnya ia menceploskan si kulit bundar saat itu. "Seharusnya gol, coba saja tidak ditepis mungkin ritme permainan akan berbeda dan mungkin kita tidak kalah," sahut pria asal Ternate itu.


"Inilah sepak bola, kita harus siap dengan keadaan apapun, hanya saja meski saya berusaha untuk bangkit, saat ini ya tetap aja saya cukup terpukul dengan kegagalan ini, mohon maaf kepada suporter kami, yang sudah jauh-jauh datang dari Samarinda maupun daerah lain," tambah Rifal.


Meski demikian, Rifal sebagai jebolan PBFC U-21 itu mengaku banyak memetik pelajaran pada laga final ini. Sebagai pemain muda, kekalahan adalah pelajaran yang menyakitkan. "Tapi kita harus tetap semangat, jangan cepat patah, mimpi kita masih panjang, memang sakit sih gagal, tapi ini bagus agar kita harus bekerja keras lagi," pungkasnya. (AHS)