Pusamania Borneo FC (PBFC) dan Sriwijaya FC (SFC) terlibat saling klaim terhadap pemain bernama Abdul Rachman. Atas hal tersebut, pemain asli Kaltim berlabel timnas itu Selasa (14/3) pagi, angkat bicara.


Seperti dilansir Tribun, pertimbangan mengurus orang tua menjadi alasan utamanya membatalkan rencana bergabung dengan Sriwijaya FC.


"Yang pertama saya ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan oleh manajemen SFC kepada saya. Sejak Kamis (9/3) lalu saya sudah sepakat ke Palembang, bahkan tiket pun sudah saya terima dan tinggal berangkat saja," ungkapnya.


Dirinya pun tak menapik nyaris bergabung dengan Laskar Wong Kito, bahkan ia mengaku sudah berencana menuju Bandara Sepinggan Balikpapan untuk segera terbang ke Palembang. Namun saat akan berpamitan dengan orang tua, firasat berbeda dirasakan sang ibu, dan akhirnya mengabari manajemen SFC untuk berkonsultasi masalah ini.


"Ibu saya sudah 65 tahun dan saya yang mengurusnya, awalnya hanya berbicara mengenai penundaan keberangkatan ke Palembang. Tetapi setelah meminta pendapat dari saudara-saudara yang lain, akhirnya saya memohon maaf kepada manajemen SFC karena batal bergabung dikarenakan permintaan beliau yang meminta agar bermain di Kalimantan dulu saat ini," jelasnya.


Menurutnya, keputusan ini diambil karena jarak tempuh yang lebih dekat ke Balikpapan ketimbang nanti bermain di Palembang. "Jika di Kaltim maka bisa menempuh jalan darat dan hanya sekitar 2-3 jam saja. Padahal sebelumnya saya sudah mencari tahu soal SFC lewat bang Isnan Ali, Amirul Mukminin dan mereka semua mengatakan hal yang baik serta mendukung keputusan saya ini," tegasnya.


Ia pun mengaku sangat menghormati SFC sebagai salah satu klub besar di Indonesia. "Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas pengertiannya. Saya juga tidak enak dengan Presiden SFC, bapak Dodi Reza yang sudah mengumumkan mengenai kedatangan saya ke Palembang. Saya berharap silaturahmi yang baik ini tetap terjaga dengan baik kedepannya," pungkasnya. (TN/AHS)