Hingar bingar Piala Presiden 2017 telah berakhir, dan Pusamania Borneo FC (PBFC) II keluar sebagai runner up turnamen terakbar tersebut. Kesuksesan menembus babak final itu, tak lepas dari tangan dingin Ricky Nelson sebagai juru taktik.


Namun, tugas pelatih berlisensi B AFC itu tak berhenti sampai disini. Sebagai Direktur Tim Junior PBFC, ia masih memiliki PR (pekerjaan rumah) untuk membentuk tim junior nan tangguh. Atas dasar itu, dia berencana mencari talenta terbaik Indonesia dengan menggelar seleksi di Kupang, Malang dan Makassar.


Menggelar seleksi di tiga kota tersebut, didasari berbagai pertimbangan. Contoh, di Makassar letak geografis menjadi salahsatu alasannya. Pasalnya, pemain dari Maluku, Papua, dan Manado dianggap bisa datang ke Kota Daeng untuk ikut serta mengadu nasib.


Begitu pula dengan kota Malang, yang memiliki tradisi sepak bola yang kuat serta mudah dijangkau di Pulau Jawa. Sementara itu, Kupang NTT yang mendapat giliran pertama, dipilih karena memiliki stok pesepakbola potensial yang jarang terpantau.


"Selain di Kalimantan awal April nanti, sebelumnya saya akan lakukan seleksi juga di Kupang tanggal 17-18 Maret 2017, di Malang tanggal 22-24 Maret 2017 dan Makassar tanggal 28-29 Maret 2017. Kalau tidak ada halangan, PBFC U-21 mulai persiapan di pertengahan April nanti. Jadi waktu yang ada saat ini, saya gunakan untuk cari pemain guna melengkapi skuad yang ada," kata Ricky yang juga didapuk sebagai pelatih kepala PBFC U-21.


Seperti diketahui, saat ini PBFC junior memiliki sejumlah pemain muda yang siap diorbitkan, mereka mayoritas pemain yang juga memperkuat PBFC U-21 musim lalu. Diantaranya Muhammad Nur Hidayat, Wahyudi Hamisi, dan Satria Tama. Selain itu ada Daniel Jun Fernandi, Rizky Syawaludin, Bursanuddin Ahya, Akbar Eka Putra, Syaefulloh yang turut serta didaftarkan pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu.


Nama diatas belum termasuk Terens Puhiri, Rifal Lastori, Fernando Gomez serta Nadeo Argawinata yang juga memiliki usia dibawah 21 tahun. "Kita sudah punya kerangka dari tim PBFC U-21 sebelumnya dan mereka masih muda-muda, tinggal nanti menambah beberapa pemain baru," ujar Nabil Husein Said Amin, Presiden PBFC.


Disisi lain, meski menggelar seleksi di tiga kota lain, namun Nabil menegaskan tetap memberikan prioritas kepada talenta muda di Kalimantan untuk ambil bagian. Keseriusan itu juga mereka perlihatkan dengan berdirinya Nahusam Football Academy sebagai wadah memantau potensi sepak bola lokal di Kaltim, khususnya Samarinda. "NFA adalah tempat kami memantau perkembangan pemain muda, ini jalur khusus bagi mereka agar terlihat sama pelatih PBFC," terangnya.


"Tapi 1-5 April nanti ada seleksi terbuka di Samarinda, guna mencari pemain untuk tim U-21 dan U-19, ini kesempatan untuk anak muda di Kalimantan ambil bagian, mari tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Selain itu nanti juga ada coaching clinic untuk pelatih-pelatih lokal dengan pemateri langsung dari Coach Ricky Nelson dan pelatih kiper Arjuna Renaldi, silahkan dimanfaatkan," pungkasnya. (AHS)