Keputusan PSSI yang menghapus kompetisi U-21, dan menggantinya dengan Liga U-19 pada musim 2017, memaksa sebagian klub merubah program pembinaan yang telah disusun.


Tak hanya itu, sebagian klub yang terlanjur menyiapkan tim U-21 sejak jauh hari pun merasa kesal, diantaranya Sriwijaya FC Palembang. Lantas, bagaimana nasib tim junior PBFC yang sejak musim lalu dipersiapkan? manajer tim PBFC, Farid Abubakar menerangkan keputusan ini cukup membuat pihaknya terkejut.


"Benar, kerangka tim U-21 kami sudah jadi, mereka kebanyakkan pemain dari tim musim lalu, usia mereka rata-rata masih cukup untuk kompetisi junior U-21 musim ini dan perlu diketahui, mereka kami kontrak jangka panjang. Hanya saja keluarnya keputusan untuk menghapuskan kompetisi U-21, jujur ini membuat kami harus putar otak memikirkan nasib mereka," terangnya.


Apalagi, sebelum diputuskan akan menghapus kompetisi U-21, PBFC telah menyiapkan seleksi terbuka untuk talenta muda Indonesia di tiga kota diluar Samarinda, diantaranya Kupang (17-18 Maret 2017), Malang (22-24 Maret 2017) dan Makassar (28-29 Maret 2017).


"Seleksi untuk PBFC junior yang digelar di empat kota, Kupang, Malang, Makassar dan Samarinda seyogyanya diperuntukkan untuk pemain usia dibawah 21 tahun dan usia dibawah 19 tahun, tapi setelah adanya aturan bahwa hanya akan ada kompetisi U19, ya seleksi pun dirubah hanya untuk kelahiran 1998 dan 1999 kebawah," tambah Farid.


"Hanya saja, soal dihapusnya kompetisi U-21, kami belum bisa berkomentar banyak, karena kebetulan Presiden Klub (Nabil Husein Said Amin) lagi di luar negeri, tunggu bos datang baru nanti kita lihat pandangan dia soal ini," pungkasnya. (AHS)