Martapura FC datang ke Samarinda, sebagai tim tamu yang tak pernah kalah dalam tiga laga ujicoba terakhir. Sebelum bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, skuad asuhan Frans Sinatra Huwae itu menjelma bak tim pembunuh.


Sukses mengalahkan Barito Putera dan Persiba Balikpapan masing-masing dengan skor 2-1. Yang terbaru, Mitra Kukar juga harus puas bermain imbang 2-2, Sabtu (25/3) lalu di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.


Untuk itu, Pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC) Dragan Djukanovic menganggap serius laga ujicoba melawan Martapura FC pada Senin (27/3/) malam ini.


Terlebih, pasca kekalahan tim lapis kedua PBFC di final Piala Presiden 2017 lalu, dia menilai pertandingan kali ini merupakan tolok ukur kesiapan pemainnya menghadapi kompetisi. "Semua pikiran negatif soal persiapan pramusim ini harus ditinggalkan. Semua pemain di tim akan memanfaatkan momen ini sebaik mungkin karena mereka tak ke mana-mana," tutur Dragan dalam jumpa pers pra-pertandingan.


Skuad utama PBFC memang melakukan latihan intens di Samarinda selama Piala Presiden berlangsung. Ricky Nelson, yang menjadi pelatih PBFC II di Piala Presiden hanya memanggil beberapa nama dari tim besutan Dragan hingga meloloskan Pesut Etam ke partai final.


"Klub ini sudah memulai pramusim di Piala Presiden dengan tim kedua. Dua minggu yang tersisa sekarang sangat cepat dan bagi saya kami siap untuk liga nanti. Dan untuk pertandingan nanti, tentu kami ingin meraih kemenangan, seperti yang pernah saya bilang, bahwa saat kita bermain dimanapun terlebih itu di rumah sendiri, tidak ada istilah imbang atau kalah, tujuan utama adalah menang, karena itu adalah kewajiban," terang pelatih berlisensi UEFA Pro itu.


Pada kesempatan yang sama asisten pelatih Martapura FC, Isnan Ali, mengatakan bahwa para pemainnya memetik pelajaran berharga selama tur Kalimantan kali ini. Dengan menghadapi tiga klub dari divisi teratas kompetisi tanah air diharapkan Martapura bisa terbiasa menghadapi tekanan dalam pertandingan besar nantinya.


"Kami adakan tur di Kaltim ini agar membuat pemain kami belajar dengan tim liga 1 untuk keluar dari tekanan. Kami sempat berhasil kemarin karena kami bisa memanfaatkan peluang. Kami siap menghibur dan memberikan penampilan terbaik di laga nanti," tutur eks-pemain Sriwijaya FC itu. (RS/AHS/*)