Selain pemain berkualitas, lapangan yang mulus dan tak tergenang saat hujan turun, menjadi garansi bisa menghadirkan permainan menarik dalam sepak bola. Hal itu pula yang ingin diwujudkan Borneo FC pada gelaran Liga 1 mendatang.


Sudah barang tentu, kunci utama ada pada perawatan lapangan. Itulah sebabnya sejak Selasa (28/3) lalu, lapangan Stadion Segiri mendapatkan perlakuan khusus. Penyiraman pagi dan sore dilakukan kala tidak turun hujan. Pupuk penyubur pun ditabut di seluruh sudut lapangan. “Tiap melakuan perawatan kami menghabiskan 200 kilogram pupuk. Setelah ditabur langsung disiram,” ucap Jufri, salahsatu perawat khusus lapangan.


Selain memberikan pupuk dan menyiram, ia juga melakukan penambahan pada beberapa bagian lapangan. Khususnya pada bagian tempat berdirinya kiper. Sehingga seluruh lapangan menjadi rata dan berwarna menjadi hijau. “Nanti jika sudah subur tinggal dipotong saja rumputnya,” katanya.


Sudah sewajarnya lapangan stadion yang terletak di Jalan Kesuma Bangsa ini dirawat kembali. Pasalnya, sejak gelaran Indonesia Super Soccer (ISC) tahun lalu, belum ada perawatan khusus dilakukan. “Bayangkan saja, sejak tahun lalu lapangan dipakai latihan dna pertandingan. Jadi istialahnya, rumput jadi stres dan akhirnya kering,” urainya. Jika begitu, lanjutnya maka setiap gerakan pemain akan membuat rumput terkoyak dan akhirnya membuat lapangan tidak rata. “Alur bola jadi terganggu dan mudah berubah,” tambahnya.


Selain itu, tanah di bawah rumput pun jadi terkena langsung sinar matahari dan menjadi keras. “Maka ketiak hujan turun, air tak terserap baik. Maka terjadilah genangan di lapangan,” imbuhnya.


Terkait berapa lama perawatan khusus atas lapangan ini, ia menjelaskan idealnya dilakukan selama sepekan. Tetapi, jika tim memang membutuhkan lapangan untuk latihan dna laga persahabatan, maka lapangan bisa digunakan. “Tak masalah perawatan di lakukan terpotong-potong. Yang penting ada perlakukan khusus terhadap kondisi rumput,” pungkasnya. (SP/AHS)